Wirausahawan Pemula Harus Berani Melangkah

[sc name="adsensepostbottom"]

Dalam memulai suatu bisnis terkadang seorang calon wirausahawan ragu untuk memulai. Tak dipungkiri saat ingin memulai sebuah usaha memang diperlukan keberanian untuk melangkah.

wirausahaFounder HijUp, Diajeng Lestari menuturkan ketika mau mulai bisnis memang harus berani. Saat ini yang banyak menghambat orang untuk memulai bisnis adalah keberanian. “Namun ketika sudah berani untuk melangkah, maka bisa melakukan hal apapun untuk maju,” katanya saat berbagi kiat berwirausaha dalam Talkshow Dare Yourself to be Entepreneur di Balai Sidang Universitas Indonesia, Rabu (6/5).

Chief Executive Officer Badr Interactive, Andreas Sanjaya, pun mengakui ketika membayangkan sebuah ide usaha akan ada juga bayangan kesulitan yang menghampiri. “Tapi jangan takut dan beranilah melangkah. Belajar dari perjalanan saya selama empat tahun ini banyak kegagalan, ada yang performanya tidak bagus. Ketika ada ketakutan jadikan itu lecutan untuk menjadi keyakinan. Lakukan saja dulu dari hal kecil tapi konkrit, baru nanti dikembangkan sedikit demi sedikit,” papar pria yang akrab disapa Jay ini.

Ia menambahkan hal penting lainnya bagi pengusaha pemula adalah membangun jaringan, untuk selanjutnya membangun kolaborasi. “Wirausahawan yang rajin akan bertanya untuk kenal dengan pakar yang bisa membantu untuk mengembangkan bisnisnya,” cetusnya. Dengan demikian, jaringan akan terbentuk.

Selain mengenai pembentukan jaringan, lanjut Jay, kolaborasi pun menjadi hal penting. Mengenai kolaborasi ini, Jay mengutarakan sejumlah hal yang perlu menjadi pegangan dalam berkolaborasi usaha dengan pihak lain, yaitu memiliki visi dan value yang sama serta amanah. “Kolaborasilah dengan orang yang punya satu visi dan value di awal. Kalau sudah sepakat sejak awal insya Allah kalau ada ketegangan dan konflik akan ada titik temu,” ujar Jay.

Jay pun mengakui salah satu konsekuensi dari menjalani kolaborasi adalah harus menekan ego pribadi. Jangan sampai ada ego yang mementingkan kepentingan pribadi. Kolaborasi harus bisa memberi dampak positif bagi rekan bisnis. “Jadi mau terbuka kalau dikritik atau ada kesalahan, legowo, terbuka akan perbaikan adalah hal-hal penting untuk mempertahankan kolaborasi,” pungkas Jay.