teluk kiluan

Wisata Syariah Sebagai Paradigma Etika Baru

[sc name="adsensepostbottom"]

teluk kiluanWisata syariah kini telah menjadi sebuah paradigma etika baru dan salah satu bagian penting bagi negara-negara OKI. Pasar wisata syariah pun semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi perekonomian negara-negara OKI, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong usaha kecil dan menengah.

Dalam kesimpulan Konferensi Wisata Syariah Negara-negara Anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sapta Nirwandar, mengatakan pasar wisatawan muslim secara global, menghabiskan biaya perjalanan wisata sebesar 137 miliar dolar AS pada 2012, tidak termasuk haji dan umrah. Angka tersebut mewakili dari 12,5 persen dari keseluruhan pengeluaran wisata global. Biaya perjalanan para wisatawan muslim juga diperkirakan tumbuh menjadi 181 miliar dolar AS pada 2018. “Tumbuhnya wisata syariah ini akan dapat mendorong sektor swasta di negara-negara OKI untuk investasi di produk wisata syariah,” kata Sapta dalam 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism di Hotel Borobudur, Selasa (3/6).

Kendati demikian, lanjutnya, pengembangan wisata syariah masih berada di tahap awal dan belum mencapai potensi sesungguhnya. Banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi pengembangan wisata syariah ke depannya. “Oleh karena itu forum ini menekankan agar anggota OKI membawa isu wisata syariah ini dengan lebih terencana dan terkoordinasi dengan melibatkan sinergi pemerintah, sektor swasta dan komunitas,” ujar Sapta.

Ia tak menampik hingga kini pemahaman mengenai wisata syariah masih perlu ditingkatkan, dimana wisata syariah bukan berarti terbatas pada aspek religi, tetapi sejatinya malah bisa memperluas pasar. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah, swasta dan komunitas negara-negara OKI dalam mewujudkan program pengembangan wisata syariah secara riil.