Korea Selatan ternyata tak hanya menjadi destinasi wisata untuk pelesir semata. Sejumlah wisatawan juga bertandang ke Korea untuk mendapatkan perawatan medis, terutama yang berasal dari Timur Tengah.

KTO memaparkan walau pengeluaran medis per individu cukup tinggi, jumlah pengunjung dari Timur Tengah masih lebih rendah daripada negara-negara Asia. Dari 12,27 juta wisatawan yang datang ke Korea pada 2013, sekitar 5,13 persen diantaranya berasal dari negara-negara mayoritas muslim. Baca: Pariwisata Islami Harus Inklusif dan Modern
“Jumlah wisatawan muslim yang berkunjung ke Korea Selatan masih lebih rendah dibanding Cina dan Jepang. Namun, kami selayaknya harus lebih menaruh perhatian pada fakta bahwa sebagian besar wisatawan yang mengeluarkan dana besar berasal dari negara-negara mayoritas muslim,” tulis KTO, sebagaimana dikutip dari kantor berita Yophan, Rabu (21/1).
Pengunjung dari Indonesia dan Malaysia, dua negara berpopulasi muslim terbesar di Asia Tenggara, meningkat masing-masing 16,6 persen dan 26,8 persen pada 2014. Peningkatan tersebut ditengarai karena kian populernya budaya pop Korea dan semakin terjangkaunya tiket pesawat. Baca Juga: Korea Lirik Pasar Kosmetik Halal
Demi menarik minat wisatawan muslim, KTO menerbitkan panduan makanan halal bagi umat muslim di penghujung akhir tahun lalu. Selain itu, pada Maret 2015 KTO pun berencana menerbitkan panduan bagi biro perjalanan lokal Korea agar dapat menyediakan layanan khusus bagi wisatawan muslim.

