Wom finance

WOM Finance Belum Punya Rencana Spin Off Unit Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance telah mengembangkan kegiatan usaha pembiayaan syariah sejak 2010. Namun belum ada rencana untuk memisahkan unit syariahnya dengan perusahaan induk (spin off).

Wom financeDirektur Independen WOM Finance, Simon Tan Kian Bing, mengatakan kontribusi syariah terhadap bisnis WOM Finance secara keseluruhan masih kecil. Pihaknya pun belum ada rencana untuk melakukan spin off. “Belum ada rencana untuk spin off unit syariah dalam jangka panjang,” katanya, usai pemaparan kinerja WOM Finance, Jumat (28/11).

Menurutnya, saat ini isu paling struktural dalam pembiayaan syariah adalah tingkat persaingannya di pembiayaan sepeda motor yang masih agak tertekan. Ini terjadi sejak regulator menerapkan uang muka yang sama untuk pembiayaan syariah dengan pembiayaan konvensional.

Di sisi lain, Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, mengatakan salah satu fokus usaha yang dilakukan dari segi pembiayaan saat ini, yaitu meningkatkan volume pembiayaan dengan fokus pada jaringan dealer yang terseleksi dan terpercaya untuk meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan. “Strategi meningkatkan volume pembiayaan fokus di kendaraan roda dua baru dan bekas, meningkatkan hubungan dengan dealer dan menerapkan penjualan yang benar, jadi portofolio yang kita biayai punya kualitas yang baik dan sehat,” jelas Djaja.

Ia menambahkan strategi tersebut pun berpengaruh terhadap volume penjualan pembiayaan sepeda motor baru dan bekas yang mencapai 438 ribu unit pada September 2014, atau tumbuh 11,7 persen dibanding periode sama tahun 2013 yang sebesar 392 ribu unit. “Untuk ke depannya kami ingin meningkatkan pembiayaan salah satu produk lebih gencar yaitu produk BII Motorku dan Mobilku karena punya tingkat profit margin lebih baik dan akun ini relatif baik dibanding pembiayaan motor baru atau bekas,” kata Djaja.

Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan penjualan dealer yang masuk kategori green (volume pembiayaan besar dan berkualitas baik) dan blue (volume pembiayaan tidak besar tapi berkualitas sehat). “Kami juga akan mencari sumber saluran penjualan. Jika selama ini tergantung dealer, sekarang lagi mencari cara bagaimana bisa dengan e-channel dan konsep ini juga sedang digodok dengan beberapa mitra,” ungkap Djaja.