Kenaikan laba ditunjang pencatatan positif kinerja keuangan yang memberikan pertumbuhan porfitabilitas.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) telah melakukan beberapa inisiatif pada 2017 terkait dengan perbaikan kinerja perseroan. Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Sutandar mengatakan, perusahaan hingga September 2017 membukukan laba bersih Rp101 miliar, naik sebesar 78 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 57 miliar.
Kenaikan laba tersebut ditunjang sejumlah langkah inisiatif yang berdampak positif pada pencatatan kinerja keuangan. Pada periode tersebut, WOM Finance juga tercatat berhasil membukukan kenaikan aset sebesar 11 persen dari Rp 6,2 triliun menjadi Rp 6,92 triliun. Ekuitas Perseroan juga naik 13 persen dari Rp 807 miliar menjadi Rp 913 miliar pada September 2017.
“Melihat pertumbuhan perusahaan yang positif, pihaknya memiliki keyakinan dapat menghadapi ketatnya persaingan dalam industri pembiayaan. Dengan komitmen yang tinggi dan didukung oleh tim yang solid, kami siap melangkah ke depan dan optimistis akan memberikan pertumbuhan profitabilitas Perseroan yang lebih baik lagi,” ujar Djaja dalam keterangan resminya yang diterima MySharing, Rabu (15/11). .
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Lebih lanjut disampaikan, hingga September 2017, WOM Finance juga berhasil menekan rasio nonperforming financing (NPF) menjadi 2,6 persen dibanding September tahun lalu yang mencapai 3,84 persen.
Sementara itu, di tengah penjualan sepeda motor baru yang diproyeksikan hanya naik 2 persen, pembiayaan perseroan masih mengalami peningkatan khususnya pada merek Honda dan Kawasaki.
Perseroan juga meraih peningkatan dalam pembiayaan multiguna yakni MotorKu dan MobilKu yang memberikan kontribusi 41 persen dibandingkan 2016 sebesar 34 persen.

