World Zakat Forum akan Luncurkan Standar Internasional Manajemen Zakat

[sc name="adsensepostbottom"]

World Zakat Forum berencana meluncurkan Standar Internasional Manajemen Zakat yang akan menjadi panduan bagi lembaga-lembaga zakat dunia.

WZFKonferensi Internasional Fikih Zakat yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, pekan depan, akan menjadi saksi peluncuran Standar Internasional Manajemen Zakat. Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF) Ahmad Juwaini, menuturkan pembahasan mengenai standar internasional manajemen zakat sebelumnya telah didiskusikan oleh WZF di Aceh dan Jakarta, sehingga kini saatnya untuk memperkenalkan standar tersebut ke lembaga zakat lainnya di seluruh dunia.

“Kami ingin membuat semacam ISO (International Organization for Standardization) zakat, jadi bagaimana lembaga-lembaga zakat dinilai oleh sebuah lembaga yang memiliki otoritas,” kata Ahmad dalam konferensi pers World Zakat Forum di Jakarta, Kamis (19/11). Baca: Ini Isu Fikih Zakat dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum!

Menurutnya, WZF memiliki peluang sebagai lembaga yang memiliki otoritas yang menilai kinerja lembaga zakat skala internasional. Setiap lembaga yang memenuhi ketentuan-ketentuan dalam standar ini akan mendapat sertifikat layaknya sertifikat ISO. Oleh karenanya, WZF akan membentuk tim audit manajemen yang memiliki kualifikasi dan kapasitas dalam manajemen perzakatan.

Saat ini Standar Internasional Manajemen Zakat sedang dalam tahap uji publik, khususnya kepada pakar zakat dan lembaga-lembaga pengelola zakat di berbagai negara. WZF pun menargetkan Standar Internasional Manajemen Zakat sudah bisa diluncurkan dan digunakan sebagai standar manajemen lembaga zakat dunia akhir November 2015. “Tentu kami juga tidak menutup adanya perbaikan-perbaikan ke depannya,” kata Ahmad. Baca: Zakat dan Wakaf dalam Keuangan Inklusif

Beberapa lingkup yang masuk dalam standar penilaian adalah pemenuhan syariah dan regulasi, kepemimpinan, penghimpunan, keuangan, pendistribusian, teknologi informasi, sistem manajemen dan orientasi amil. “Harapannya Standar Internasional Manajemen Zakat ini bisa menjadi alat dan panduan untuk menilai kualitas manajemen zakat,” pungkas Ahmad.