Sekertaris Jenderal World Zakat Forum (WZF) Bambang Sudibyo saat konferensi pers di gedung Arthaloka, Jakarta, Senin (4/8). Foto: Mysharing.

WZF Galang Dana Krisis Kemanusiaan Rohingya

[sc name="adsensepostbottom"]

World Zakat Forum (WZF) menggalang bantuan untuk etnis Muslim Rohingya yang merupakan korban  kekerasan pemerintah Myanmar.

Sekretaris Jenderal WZF Bambang Sudibyo mengatakan,  organisasinya adalah forum sinergi lintas negara antara organisasi pengelola zakat, praktisi, akademisi dan pemangku kepentingan zakat lainnya memiliki perhatian mendalam dalam krisis kemanusiaan yang saat ini terjadi di Myanmar.

“WZF sangat menyesalkan krisis kemanusiaan di Myanmar yang berdampak sangat buruk terutama bagi etnis Muslim Rohingya,” kata Bambang saat konferensi pers di Gedung Arthaloka, Jakarta, Senin (4/8).

Bambang mengatakan,  WZF mengajak lembaga-lembaga zakat sedunia untuk membantu mencari solusi dalam krisis kemanusiaan di Myanmar yang telah membuat warganya terutama etnis Muslim Rohingya hidup dalam penderitaan.

Untuk itu, ungkap Bambang, WZF mengajak seluruh organisasi zakat di seluruh dunia menunjukkan komitmennya mendukung korban dari konflik krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingya. WZF juga mengajak masyarakat dunia untuk membuat langkah yang strategis dan efektif untuk mengakhiri krisis Rohingya yang tersebar di beberapa bagian dunia,” ujar Bambang.

Menurutnya, WZF saat ini sedang dalam proses menyusun kerangka aksi kemanusiaan untuk membantu korban dari krisis kemanusiaan dan mengajak anggota WZF dan negara-negara anggota WZF untuk berpartisipasi aktif.

“WZF meyakini, krisis kemanusiaan Rohingya ini dapat diselesaikan dan seluruh pihak terkait dapat menemukan solusi terbaik untuk dilaksanakan dalam jangka panjang,” kata dia.

Dia menjelaskan, para anggota WZF adalah perwakilan dari lembaga zakat dan ahli zakat dari 21 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, India, Bangladesh, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Qatar, Turki, Bosnia dan Herzegovina, Inggris Raya, Mesir, Maroko, Uganda, Sudan, Nigeria, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

“Sejak krisis kemanusiaan di Myanmar ini terjadi, lembaganya turut menyalurkan bantuan kebutuhan bagi para pengungsi dengan zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan oleh para donatur BAZNAS,” ungkap Bambang yang juga menjabat Ketua BAZNAS.