Bantuan diberikan kepada 20 pedagang.
Pertumbuhan ekonomi acapkali tidak diiringi pertumbuhan masyarakat, baik dari segi pendidikan, ekonomi, hingga sosial yang merata. Masalah-masalah tersebut sering terlihat di wilayah-wilayah yang memiliki potensi daya ekonomi tinggi atau di kota-kota besar.
Hadirnya YBM BRI melalui program Pasar Rakyat yang diluncurkan Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya dalam rangka Ulang Tahun (HUT) BRI ke 121 pada akhir 2016 pun menjadi cikal bakal pemerataan ekonomi di kota tersebut. “Kami membagikan modal usaha untuk 20 pedagang dengan berbagai jenis jualannya,” ujar Pelaksana Harian YBM-BRI Kanwil Surabaya Sugeng Sudariyanto dalam keterangan resminya, Selasa (4/4).
Dalam bantuan yang disalurkan ke pedagang, setiap orang dibantu dengan modal usaha senilai Rp 3 juta dan warungnya di-branding YBM-BRI. “Warung Ibu Dyah, merupakan salah satu penerima bantuan YBM BRI tersebut. Kini sudah berjalan selama tiga bulan,” ungkapnya.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Warung Ibu Dyah yang terletak di jalan Ngangel Jaya Selatan, Surabaya, merupakan warung nasi yang sudah lama berdiri, Ibu Dyah (32), adalah pedagang kecil yang menghidupi kedua anaknya hingga bangku sekolah. Sementara warung yang sudah lama berdiri sejak 1985 hingga kini, semakin ramai dan pelanggan setianya pun bertambah.
Warung yang merupakan warisan dari sang Ibu itu kemudian diteruskan olehnya. “Alhamdulillah setelah ada YBM-BRI dapat menambah modal untuk dagangan yang tadi hanya gerobak kecil. Kini saya dapat membuka warung dengan tenda. Sehingga menambah keuntungan untuk membiayai sekolah anak-anak,” ucap Dyah.

