Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem menjadi situs suci ketiga bagi umat muslim, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kini banyak pula umat muslim yang tidak hanya berwisata religi ke Arab Saudi, namun juga ke Yerusalem.

Setidaknya 10 ribu wisatawan dari negara-negara mayoritas Islam masuk ke Yerusalem dalam dua bulan pertama tahun ini. Pada 2014, ada 26.700 wisatawan Indonesia, meningkat tiga kali lipat dari tahun 2000 yang sebanyak 9.800 wisatawan. Puluhan ribu wisatawan juga berdatangan dari Turki dan Yordania, dan ribuan lainnya dari Malaysia dan Maroko.
Menjamurnya minat wisatawan muslim untuk berziarah ke Yerusalem diakui oleh karyawan biro perjalanan Amman to Jerusalem Tour, Murad Najib. Pemesanan perjalanan ke Yerusalem oleh wisatawan muslim, terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, tumbuh pesat dua bulan terakhir. “Banyak wisatawan yang menilai pergi ke Yerusalem merupakan bagian dari ziarah dan kewajiban mengunjungi tiga kota suci,” ujar Najib, dilansir dari laman International Business Times, Jumat (17/4).
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Menurutnya, kunjungan ke tiga situs suci dalam satu perjalanan sangat menarik minat wisatawan muslim. Ia memaparkan rute umum yang biasa dijalani para wisatawan muslim adalah melalui Yordania lalu menuju Yerusalem melalui Allenby Bridge. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi kembali lewat Yordania. Baca: Arab Saudi Tawarkan Umrah-Plus Tourism, Tertarik?
Menurut Najib, motivasi wisatawan muslim saat berkunjung ke Yerusalem tak terkait dengan agenda politik, namun lebih kepada kesempatan mengunjungi situs suci. “Kami tidak mendapat banyak pertanyaan soal okupasi Israel, secara umum mereka ingin lebih banyak mendengar sejarah dan cerita religi,” ungkap Najib.
Timbulkan Perdebatan
Kunjungan ke Yerusalem oleh umat muslim telah menjadi perdebatan sejak terjadi konflik Israel-Palestina. Ulama terkemuka Yusuf al-Qaradawi tidak mendorong ziarah ke Yerusalem karena dinilai akan semakin mengesahkan okupasi Israel di kota itu, Pandangan berbeda disampaikan Palestinian Authority yang mendorong umat muslim untuk mengunjungi Yerusalem karena dinilai akan membantu masyarakat Arab yang berbisnis di sana dan menjadi simbol solidaritas dengan masyarakat Palestina.
Argumen itu akhirnya ditengahi oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang mendeklarasikan Yerusalem sebagai kota wisata syariah pada 2016. Palestinian Authority menyebut hal tersebut sebagai sebuah langkah maju untuk mematahkan ‘pengepungan Israel atas situs suci Islam’. Baca: Ingin Boikot Produk Israel? Cari Tahu via Buycott!
Sekretaris Jenderal OKI, Iyad Madani, pun mendorong umat muslim berkunjung ke Masjid Al Aqsa untuk memperkuat klaim masyarakat Palestina akan situs tersebut. “Mengunjungi Masjid Al Aqsa adalah hak saya, begitu juga dengan setiap muslim. Adalah hak kami untuk datang dan beribadah di sini. Tidak ada yang bisa melarang kami,” cetus Madani.

