Yuk, Kita Puasa Syawal! Kita Jemput Pahalanya yang Besar

[sc name="adsensepostbottom"]

Puasa pada bulan Syawal mempunyai banyak keutamaan. Apa sajakah keutamaannya itu? Dan kenapa kita disunnahkan untuk melakukan puasa tersebut?

Kenapa puasa Syawal istimewa? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena banyak sekali keutamaan dan juga pahala yang besar dari puasa yang satu ini.

Salah satu keutamaannya adalah, barangsiapa yang mengerjakan puasa sebanyak enam hari di bulan Syawal, niscaya akan dituliskan baginya pahala puasa untuk dirinya satu tahun penuh (dengan catatan ia berpuasa pada bulan suci Ramadhan).

Rujukannya adalah dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dalam rujukan lainnya, dari Tsauban bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Puasa Syawal ini sendiri mempunyai banyak manfaat yang penting bagi ummat Muslim, yaitu adalah menutupi kekurangan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Karena bagaimanapun, puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan adalah tidak akan terlepas dari kekurangan atau dosa yang dapat mengurangi keutamaannya. Karena pada hari kiamat nanti, akan diambil pahala puasa sunnat tersebut untuk menutupi kekurangan puasa wajib.

Seperti yang disampaikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam: “Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Ta’ala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: “Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna. Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: “Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu.” Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya.” (H.R Abu Dawud).

Karena itu, mumpung kita masih berada di awal-awal bulan Syawal, yuuk mari kita melakukan puasa enam hari di bulan Syawal. Mari kita berlomba-lomba kembali menjemput berkah, setelah bulan suci Ramadhan berlalu.