PT Bank BRISyariah Tbk pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dari total saham 2.623.350.600 yang dilepas pada hari ini beberapa saham PT Bank BRISyariah Tbk di antaranya dibeli oleh Yusuf Mansur dan jemaahnya.
Direktur Operasional BRIsyariah, Wildan mengungkapkan, “Ustad Yusuf Mansur melalui PayTren Aset Manajemen menjadi manajer investasi Kopindo (Koperasi Indonesia Berjamaah) dan melakukan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) untuk membeli saham PT Bank BRISyariah Tbk berkode BRIS itu.
[bctt tweet=”Yusuf Mansur Beli Saham BRI Syariah Tanpa Proses Tawar – Menawar Harga #sahamsyariah#mysharing#pasarmodalsyariah” username=”my_sharing”]
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
- Musim Dingin di Palestina, BMM Kirim Relawan Untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
- CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan Nasabah HNWI
“Kopindo masuk membeli saham PT Bank BRISyariah Tbk melalui proses bookbuilding. Seperti halnya investor lainnya, Dimana Ustad Yusuf Mansur dan dan para jemaahnya ikut dalam proses penjatahan.” Ungkap Presiden Direktur PT Bahana Sekuritas Feb Sumandar,di Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.
Dalam proses bookbuilding biasanya para investor mengajukan harga yang diinginkan untuk kemudian ditentukan harga pastinya oleh perusahaan. Menariknya Kopindo (Koperasi Indonesia Berjamaah) tidak melakukan proses tawar menawar harga, Kopindo membeli saham bank anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk itu sesuai dengan harga pasar.
Lanjut Feb Sumandar, memaparkan Ustad Yusuf Mansur memiliki saham kurang dari 20 persen dari saham BRIsyariah yang dilepas ke publik.
Pada saat penawaran, BRISyariah menawarkan harga sahamnya di kisaran Rp 505 hingga Rp 650. Akhirnya diputuskan mendekati harga bawah yakni Rp 510.
Feb Sumandar menjelaskan, sebenarnya pihak Yusuf Mansur memiliki kemampuan membeli saham berkode BRIS lebih banyak. Namun karena penawaran BRIS mengalami kelebihan permintaan atau over subscribe 4 kali di segmen ritel, maka Kopindo mendapatkan jatah lebih rendah dari yang ditawarkan mungkin next bisa masuk lagi.
Sementara itu Direktur Operasional BRISyariah Wildan menambahkan, porsi bookbuilding investor ritel dalam proses IPO sebesar hanyalah 1% dari total dana Rp 1,3 triliun. Itu artinya penjualan saham BRIS dalam IPO hanya Rp 13 miliar.
“Tapi sayatidak mengetahui berapa jumlah pastinya pak Yusuf Mansur karena belum dapat informasi dari Datindo. Namun masyarakat di ritel juga cukup banyak kemarin saya mendapatkan informasi terdapat 6.037 pemegang saham dan itu merupakan jumlah pemegang saham terbesar selama IPO. Jadi sekarang BRISyariah mencatatkan rekor sebagai pemegang saham terbesar selama IPO,” tuturnya.

