PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) mengumumkan kinerja keuangannya selama  tahun 2013 di Menara Bank Danamon, Jakarta pada 13 februari 2014. Dalam acara bertajuk “Paparan Kinerja 2013 Bank Danamon Indonesia”, diumumkan perseroan membukukan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau regulatory loan to deposit ratio (LDR) yang membaik menjadi 95,1%, pertumbuhan kredit sebesar 16%, serta laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4,04 triliun.

Direktur Utama Bank Danamon - Henry Ho (kiri) bersama Direktur Vera Eve Lim (kanan) saat pemaparan kinerja Bank Danomon 2013 di Jakarta.

Direktur Utama Bank Danamon – Henry Ho (kiri) bersama Direktur Vera Eve Lim (kanan) saat pemaparan kinerja Bank Danomon 2013 di Jakarta.

“Pada tahun 2013, kondisi perekonomian global yang tidak stabil, tekanan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan pada paruh kedua tahun ini menciptakan lingkungan bisnis yang menantang. Namun, melalui manajemen yang bersifat prudensial dan produk-produk berorientasi kepada nasabah, baik dari segmen mikro, UKM, korporasi, maupun pembiayaan syariah, otomotif, dan juga perabotan rumah tangga, Danamon dapat melanjuti pertumbuhannya di tahun 2013 dan siap untuk memaksimalkan kesempatan untuk tumbuh lebih lanjut di tahun 2014,” kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon.

Pendanaan Danamon, yang terdiri dari giro dan tabungan atau current accounts and savings accounts (CASA), deposito, dan pendanaan jangka panjang, tumbuh sebesar 21% menjadi Rp 140 triliun. Secara rinci, CASA tumbuh 23% menjadi Rp 53 triliun, dimana giro naik 33% menjadi Rp 21,1 triliun dan tabungan naik 18% menjadi Rp 32 triliun pada akhir Desember 2013. Sementara itu, deposito tumbuh 19% menjadi Rp 57,6 triliun.

Sampai dengan 31 Desember 2013, LDR regulatory Danamon mencapai 95,1% dibandingkan 100,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. LDR regulatory ini juga membaik dibandingkan pada semester pertama tahun 2013 dimana tercatat mencapai 105,4%. Sementara itu, rasio kredit terhadap total pendanaan (loan to total funding ratio) konsolidasi berada pada posisi 87,4% pada akhir Desember 2013 dibandingkan 89,5% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, rasio kecukupan modal Danamon atau capital adequacy ratio (CAR) konsolidasi berada pada posisi 17,9% dan CAR standalone berada pada posisi 17,5%. Selain itu, Return of Average Asset Danamon berada pada posisi 2,5% dan Return on Average Equity berada pada posisi 14,5% pada akhir tahun 2013.

Total kredit Danamon mencapai Rp 135 triliun atau tumbuh sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh pertumbuhan sebesar 12% pada kredit untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sebesar 30% dari total portofolio kredit Danamon. Untuk kredit ke sektor mikro melalui Danamon Simpan Pinjam, Danamon membukukan pertumbuhan sebesar 6% pada akhir tahun 2013 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 19,9 triliun. Kredit kepada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh sebesar 18% menjadi Rp 21 triliun. Sementara itu, kredit ke segmen komersial tumbuh 31% pada akhir tahun 2013 dibandingkan pada akhir tahun 2012 menjadi Rp 16,6 triliun, sedangkan kredit ke segmen korporasi tumbuh sebesar 49% menjadi Rp 18,8 triliun.

Ke depannya, Danamon akan memanfaatkan peluang yang muncul dengan berkembangnya segmen berpenghasilan menengah (middle-income), serta meneruskan momentum pertumbuhan pesat di mass market dan non-mass market, serta trade finance.

Pada tahun 2013, kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance tumbuh 6% dibandingkan pada tahun 2012 menjadi Rp 48,3 triliun. Pertumbuhan kredit ini mencerminkan pertumbuhan industri otomotif, yang terkena dampak dari regulasi Down Payment tahun lalu.

“Pertumbuhan kredit Danamon pada tahun 2013 disertai oleh kualitas aset yang membaik. Rasio Non-performing loans (NPL) yang berada pada posisi 1,9% pada akhir bulan Desember 2013, membaik secara signifikan dibandingkan 2,4% pada tahun sebelumnya,” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon yang mendampingi Henry Ho di acara.

Danamon juga mencatatkan peningkatan fee income sebesar 11% pada akhir tahun 2013 menjadi Rp 4,9 triliun. Non-credit related fee naik 12% menjadi Rp 1,5 triliun yang didorong oleh asuransi umum, cash management dan bancassurance

Share