Industri perbankan syariah nasional sempat mengalami perlambatan pada 2014. Di tahun ini optimisme meningkatnya pertumbuhan pun kembali tercurah.

Ia memaparkan berdasar RBB tahun ini industri perbankan syariah lebih optimis. Di sisi pembiayaan, baik bank umum syariah maupun unit usaha syariah, menargetkan pembiayaan tumbuh 25,8 persen, dana pihak ketiga 19,04 persen dan aset 19,51 persen. “Ini lebih tinggi dari perbankan konvensional yang targetnya sekitar 16 persen,” kata Buchari. Baca: UKM Jadi Tameng Bank Syariah Indonesia
Menurutnya, dari RBB yang disampaikan penyaluran pembiayaan perbankan syariah masih akan lebih banyak ke sektor real estate (17 persen) dan perdagangan (12 persen). “Namun kami juga sedang mendorong perbankan syariah untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor kemaritiman, karena itu sekarang OJK sedang membahas dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menentukan lending model yang cocok seperti apa,” papar Buchari. Baca: OJK Tengah Siapkan Model Pembiayaan Kemaritiman
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Pada tahun lalu laju pertumbuhan industri perbankan syariah cenderung melambat dibanding industri keuangan non bank syariah maupun pasar modal syariah. Pada 2014 pertumbuhan aset perbankan syariah menurun dari 24,23 persen (tahun 2013) menjadi 12,4 persen. Pembiayaan pun anjlok menjadi 8,3 persen dari sebelumnya 24,8 persen, sedangkan dana pihak ketiga turun dari 24,2 persen menjadi 18,7 persen. Hingga Desember 2014 pangsa pasar perbankan syariah pun masih di bawah lima persen, yaitu 4,85 persen.

