Provinsi paling barat Indonesia ini menjadi tempat penyebaran Islam pertama di tanah air. Tak heran jika Aceh mendapat julukan Serambi Mekkah. Ada begitu banyak sejarah peninggalan Islam di sini, diantaranya masjid, makam, atau peninggalan ulama-ulama penyebar agama Islam. Aceh juga kaya akan wisata alam dan sejarah yang menakjubkan.
Wisata Alam
1. Pantan Terong

Sebuah bukit yang terletak di puncak bukit dataran tinggi gayo. Di tempat ini Anda bisa melihat ibukota Aceh Tengah dan Danau Laut Tawar, lapangan pacuan kuda di Pegasing, dan bandara udara Rembele, yang diapit serta dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok. Pantan Terong terletak di kecamatan Bebesan, 7,5 kilometer dari kota Takengon, Aceh Tengah.
2. Danau Laut Tawar
Danau kaldera yang dikelilingi oleh karang terjal yang cocok untuk memanjat tebing. Airnya berwarna biru dan segar untuk berenang kapan saja. Anda juga bisa memancing di sini dan menikmati pemandangan melalui kapal wisata. Jangan lupa berhenti di Gua Loyang Koro dan Loyang Pukes untuk menikmati pemandangan dan legenda uniknya.
3. Pantai Iboih Sabang
Kawasan ini terkenal dengan aktivitas olahraga bawah laut, seperti berenang, diving dan snorkeling. Selami keindahan bawah lautnya yang kaya terumbu karang dan beragam ikan hias. Kunjungi juga hutan wisata di kawasan ini yang memiliki keanekaragaman dan kekayaan flora dan fauna.
4. Pantai Kasih
Terletak di bagian belakang kota dan perjalanan yang singkat dari akomodasi manapun di Sabang. Pantai ini bersih dan menarik untuk dikunjungi.
5. Aneuk Laot Sabang
Danau yang menjadi sumber mata air bagi seluruh penduduk sekitar Pulau Weh ini memiliki panorama dengan latar belakang Pantai Sabang, dan berada tepat di tengah kota. Saat malam tiba cahaya lampu dari atas bukit kota Sabang menerangi danau ini.
6. Wisata Bahari Pantai Gapang
Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya. Di sini juga terdapat Monumen KM 0 Republik Indonesia yang menjadi manifestasi bahwa Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke.
7. Pantai Tapak Gajah
Berlokasi dekat dengan Pantai Kasih, pantai ini dikelilingi oleh berbagai batu karang yang memanjang di lautan. Ini menjadikannya sesuai untuk kegiatan berenang, khususnya bagi anak-anak.
8. Pantai Sumur Tiga
Pantai berpasir putih ini terletak di sebelah selatan Pantai Tapak Gajah. Pepohonan yang berada di sekitarnya menciptakan suasana yang teduh. Anda juga dapat melakukan kegiatan menyelam di pantai ini.
9. Surfing Simeulue
Tempat ini menjadi favorit para peselancar karena memiliki ombak yang cukup tinggi, yaitu hingga 5 meter. Kabupaten Simeulue memiliki beberapa lokasi selancar ideal, diantaranya Matanurung Busung, Alus-alus, Nancala, Pulau Teupah, Pulau Batu Belayar, Pulau Mincau, La’ayon dan Salur.
Wisata Religi
1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di nusantara. Masjid yang terletak di pusat kota Banda Aceh ini memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam masjid berlantai marmer buatan Italia ini dapat menampung hingga 9000 jamaah.
2. Makam Sultan Iskandar Muda
Berkunjung ke makam Sultan Iskandar Muda akan membawa Anda melihat jejak sultan terbesar dalam sejarah kerajaan Islam Aceh. Makam yang sempat dihilangkan jejaknya oleh Belanda saat Perang Aceh berlangsung (1873-1904) ini berlokasi dekat dengan kediaman resmi Gubernur.
3. Makam Teungku Syiah Kuala
Bangunan makam yang tetap utuh ketika tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Tak heran jika makam yang terletak di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit.
Wisata Heritage
1. Museum Tsunami
Museum yang berada di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, ini dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami, sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi. Di dalamnya Anda juga akan menemukan nama-nama korban tsunami.
2. Museum Aceh
Museum yang dikelola pemerintah ini menjadi tempat penyimpanan berbagai benda bersejarah, baik dari masa kerajaan hingga masa kemerdekaan. Koleksinya antara lain Stempel Kerajaan Aceh, Replika Makam Malikul Saleh, naskah kuno, mata uang kerajaan Aceh, dan Lonceng Cakra Donya.
3. Kapal PLTD Apung
Kapal ini terhempas 4-5 kilometer lebih dari tempat awalnya di sekitar Pelabuhan Ulee Lheue. Kini kapal tersebut ada di daerah Punge Blang Cut, Banda Aceh. Untuk mencapai lokasi tersebut bisa dengan menggunakan labi-labi (angkutan umum) jurusan Ulee Lheue dan turun di simpang Punge Blang Cut, atau agar lebih mudah naik becak motor dengan tarif Rp 25 ribu dari Terminal Keudah, Banda Aceh.
4. Tugu Nol Kilometer
Tugu setinggi 43,6 meter ini berlokasi di Kota Sabang. Penentuan posisi geografis tugu ini dilakukan oleh para pakar BPP Teknologi dengan menerapkan teknologi satelit Global Positioning System.
Transportasi
Pintu masuk utama ke Aceh adalah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang melayani rute domestik dan internasional. Untuk aksesbilitas dari dan ke bandara terdapat fasilitas bus Damri dan taksi. Perjalanan dari bandara menuju pusat kota Banda Aceh membutuhkan waktu sekitar 25 menit berkendara.

