Apakah Daging Halal Lebih Sehat?

[sc name="adsensepostbottom"]

Sesuai ketentuan Islam, setiap muslim harus memakan makanan yang halal. Lalu, apakah daging hewan yang disembelih secara halal lebih sehat daripada daging lainnya?

halallllDalam Islam, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum menyembelih hewan untuk dimakan dagingnya. Presiden Muslim Consumer Group (MCG) Rasheed Ahmed, mengatakan agar daging hewan yang disembelih memenuhi kriteria halal, maka pemeliharaan hewan tersebut harus turut diperhatikan. Diantaranya adalah hewan diberi makan rerumputan, bukan makanan yang mengandung daging hewan lainnya. Ini artinya banyak diantara ayam dan sapi yang diternakkan di Amerika Serkat tidak memenuhi kriteria tersebut.

“Hewan yang halal juga hendaknya tidak diberikan antibiotik atau suntik hormon pertumbuhan karena hormon tersebut dapat mengandung unsur dari babi (yang dilarang untuk dikonsumsi),” jelas Ahmed, dikutip dari laman Time, Rabu (29/7). Baca: MUI Tetapkan Fatwa Halal Produk Pangan Berbahan Tanduk

Hewan yang disembelih pun harus dilakukan oleh muslim, yang mengucapkan asma Allah. Ketika hewan selesai disembelih, darahnya juga harus benar-benar dikeluarkan semuanya, karena darah haram untuk dikonsumsi oleh muslim. Selain itu, penyembelihan juga dilakukan dengan tangan, bukan mesin seperti yang sering dilakukan pada ayam-ayam di Amerika. “Islam tidak memperbolehkan umatnya untuk memberi tekanan berlebih kepada hewan, jadi kami memperlakukannya semanusiawi mungkin,” ujar Ahmed.

Ahmed mengakui kriterianya dalam memberikan sertifikasi halal agak ketat dibanding lainnya. Sebagai contoh, MCG tak akan memberikan sertifikasi halal pada ikan yang diternakkan di tambak. Sertifikat halal hanya diberikan untuk ikan segar yang ditangkap di lautan atau danau. Baca: Inilah Lembaga Sertifikasi Halal Asia yang Diakui LPPOM MUI

Di sisi lain, ada pendapat yang mengemuka bahwa kriteria daging halal tersebut membuatnya lebih sehat. Namun, Profesor Bidang Nutrisi dan Ilmu Pangan Louisiana State University Agricultural Center Carol O’Neil, menuturkan sampai saat ini belum ada studi yang mendukung pernyataan tersebut. Departemen Pertanian Amerika Serikat, yang menjadi referensi bagi konten nutrisi makanan, tidak membedakan daging halal dengan daging lainnya terkait informasi nutrisinya.

“Sulit untuk mengetahui apakah ada perbedaan nutrisi. Belum ada studi yang dilakukan untuk melihat apakah orang yang mengonsumsi daging halal memiliki level kolesterol yang berbeda atau tidak,” tegas O’Neil. Kendati demikian, ia tak menampik jika praktek penyembelihan secara halal dinilai lebih manusiawi bagi hewan dan dengan begitu memberikan perbedaan nilai bagi sejumlah orang.