Islam masuk ke Bali sejak zaman kerajaan Gel-Gel Klungkung sekitar abad 16 M. Walau didiami oleh penduduk mayoritas beragama Hindu, beberapa peninggalan bersejarah Islam hingga kini masih tersimpan dan terjaga dengan baik di sekitar Bali. Bagi teman-teman muslim, Pulau Dewata tetap membuka tangannya lebar-lebar untuk bisa dijelajahi. Bali menawarkan atmosfir harmoni toleransi dan kerukunan beragama, selain keindahan alam dan kultur masyarakatnya yang menakjubkan.
Budaya
Budaya Bali kental dengan tradisi Hindu yang menjadi pedoman kuat bagi kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Tari Kecak dan Tari Pendet adalah tarian khas Bali. Selain itu, ada pula Ngaben (upacara pembakaran jenazah). Ngaben dilakukan dengan beberapa rangkaian upacara terdiri dari berbagai rupa sesajen dengan simbol-simbol khas Hindu Bali. Baca: Mengintip Biro Perjalanan Wisata Halal di Bali
Wisata Alam
1. Pantai Sanur
Pantai yang dikenal sebagai Sunrise Beach ini berada di sebelah timur Denpasar. Tak jauh dari lepas pantai Sanur yang berpasir putih ini juga terdapat lokasi wisata selam dan snorkeling.
2. Pantai Kuta
Pantai yang berada di selatan Denpasar ini dikenal sebagai Sunset Beach. Pantai Kuta memiliki ombak yang cukup bagus untuk berselancar.

3. Pantai Suluban
Daya tarik pantai ini adalah panorama indah dan suasananya yang jauh dari kebisingan karena letaknya yang tersembunyi karang-karang besar. Lokasinya berada di Desa Pecatu, dekat Uluwatu, atau sekitar 32 kilometer selatan Denpasar. Pantai ini menjadi favorit peselancar karena memiliki ombak setinggi 3-4 meter.
4. Kintamani
Di sini Anda bisa menikmati pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Anda bisa mulai menikmati keindahan dari Penelokan, yang merupakan lokasi strategis untuk menikmati pemandangan alam di Kintamani. Anda juga bisa menikmati indahnya kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera.
5. Ubud
Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini Anda bisa mengunjungi Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery, Museum Puri Lukisan, Puri Agung Ubud, Wanara Wana atau Hutan Kera, dan Pasar Seni Ubud.
6. Bali Bird Park
Taman ini menyediakan tempat untuk hampir 1000 ekor burung dari 250 spesies berbeda. Tempat wisata yang berada di Jl Serma Cok Ngurah Gambir Singapadu, Batubulan, Gianyar ini juga menampilkan flora yang menakjubkan dengan lebih dari 2000 tanaman tropis, termasuk 50 jenis tanaman tropis dan banyak kupu-kupu.
7. Bali Safari and Marine Park
Taman safari milik pemerintah ini berada di Jl Prof Ida Bagus Mantra Km 19.8, di jalan yang menghubungkan tiga kabupaten di Bali, yaitu Klungkung, Gianyar dan Denpasar. Di sini Anda apat melihat berbagai satwa langka seperti jalak putih, burung hantu, babi, rusa, buaya, tapir, dan gajah sumatera.
Wisata Religi
1. Kampung Islam Kecicang
Kecicang merupakan dusun yang terbagi dua, yaitu Kecicang Bali (Banjar Bali) dengan mayoritas penduduk adalah Hindu dan Kecicang Islam yang mayoritas beragama Islam. Di dusun yang terletak di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, kabupaten Karangasem ini, terdapat Masjid Baiturrahman yang berdiri di tengah perkampungan Kecicang Islam. Diperkirakan masjid sudah ada sejak akhir abad 17 M-awal abad 18 M. Baca Juga: Wisata Syariah, Sebaiknya Ke Mana?

2. Masjid Agung Sudirman
Masjid terbesar di Bali ini berada di kompleks Kodam IX/Udayana, Denpasar, tepatnya di Jl Sudirman. Tempat parkirnya bisa menampung ratusan mobil.
3. Makam Sunan Mumbul dan Istana Taman Air Ujung
Nama Sunan Mumbul diambil dari nama putra mahkota Kerajaan Pejanggik, Mataram Lombok yang berkuasa di abad 17 M. Nama asli beliau adalah Raden Datu Mas Pakel. Akibat serangan Kerajaan Karangasem Bali, Kerajaan Pejanggik runtuh dan beliau diboyong ke Bali. Raja Karangasem mempercayakan beliau menjadi orang dalam Istana. Istana Taman Ujung dibangun Raja Karangasem dengan bantuan Mas Pakel. Makam beliau ada di sebelah Istana Taman Ujung, tepat di sebelah pantai.
Wisata Heritage
1. Pura Besakih
Pura, yang terletak di bagian barat lereng Gunung Agung dan disebut sebagai pura Hindu terbesar di Bali ini, merupakan komplek yang terdiri dari 22 candi di pegunungan paralel. Selama festival Odalan yang dirayakan setiap hari ke-210, pura yang berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem ini akan dihias dengan indah.
2. Tanah Lot
Pura, yang terletak di pinggir pantai Desa Beraban. Kecamatan Kediri, Kecamatan Tabanan ini, berada kira-kira 300 meter dari pantai. Di sebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura, yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan melengkung. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan dan pura laut tempat pemujaan dewa penjaga laut. Tanah Lot berjarak 30 kilometer dari Denpasar, 11 kilometer dari Tabanan, atau 43 kilometer dari kawasan wisata Kuta.
3. Goa Gajah
Di goa ini terdapat peninggalan sejarah Bali masa lampau. Ada empat kompleks artefak di goa ini, yaitu kompleks goa dengan relief Ganesha, Trilingga, Petirtaan dan lembah Tukad Pangkung, dimana terdapat relief stupa bercabang tiga, relief payung bersusun 13 dan arca Budha.
4. Puri Agung Ubud
Di halaman depan puri yang terletak di jantung kota Ubud ini terdapat area Ancak Saji. Di sini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari bagi wisatawan.
5. Candi Gunung Kawi
Candi ini dibangun dengan memanfaatkan dinding batu padas di tepi sungai sebagai media untuk membuat rumah ibadah para penganut Hindu.Candi yang dibuat sekitar abad 11 M ini terletak di Sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar.
6. Pura Ulun Danu Beratan
Di dalam kompleks pura terbesar kedua di Bali ini terdapat bangunan bermenara beratap tingkat, yaitu menara beratap 11 tingkat, 7 tingkat dan 3 tingkat. Pura ini terletak di di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Transportasi
Pintu masuk utama jalur udara ke Bali adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, yang berada sekitar 13 kilometer dari Denpasar. Dibutuhkan sekitar 15 menit naik taksi untuk menuju Nusa Dua, kemudian 20 menit ke Denpasar menuju bandara ini. Sementara, jalur darat dapat ditempuh melalui pelabuhan Gilimanuk (penghubung Bali-Pulau Jawa) dan Padangbai (penghubung Bali-Lombok).

