Keluarga Tak Lagi Jadi Tempat Bergantung di Masa Pensiun

Penelitian Global Aging Institute menemukan bahwa masyarakat di hampir seluruh kawasan Asia Timur sangat khawatir mengenai masa pensiunan mereka. Kendati demikian, keluarga tak lagi terlalu menjadi harapan bergantung di masa pensiun.

keluarga muslim bahagiaSurvei mengungkapkan bahwa kebanyakan responden dalam setiap pasar menolak ekspektasi tradisional bahwa keluarga adalah pihak utama yang harus bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan para lanjut usia dalam keluarga tersebut. Dari 10 negara yang disurvei hanya responden di Filipina dan Vietnam yang menyatakan saat pensiun masih bergantung pada keluarga.

“Kami bertanya siapa yang bertanggung jawab mengurus pensiunan? Hanya dua negara, yaitu Filipina dan Vietnam yang menyatakan keluarga bertanggung jawab, sedangkan Indonesia di posisi ketiga,” kata Pendiri Global Aging Institute Richard Jackson, dalam Kuliah Umum The Future of Retirement in Asia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rabu (2/9). Baca: Membawa Pemberdayaan Keluarga ke Level Global

Ia menambahkan di Indonesia sebagian besar responden mengharapkan masih dapat tinggal dan dirawat oleh anaknya saat pensiun tiba. Namun, hal berbeda diutarakan terkait dukungan finansial di masa pensiun. “Gambarannya berbeda ketika menyoal dukungan keuangan. Hanya 11 persen responden yang menjawab penyedia dukungan finansial di masa pensiun adalah anak atau anggota keluarga lainnya,” ujar Jackson.

Namun, ada pandangan berbeda di beragam pasar yang disurvei mengenai siapa yang harus menjadi pengganti keluarga dalam menjamin para pensiunan. Di Korea Selatan, Singapura, Hong Kong dan Taiwan, 40-61 persen responden merasa bahwa para pensiunlah yang harus bertanggung jawab atas pendapatan mereka di masa pensiun. Di Malaysia, Indonesia, Vietnam, Tiongkok, Filipina dan Thailand, kebanyakan responden (antara 43-66%) merasa bahwa pemerintah yang harus berperan penting dalam memberi perlindungan di masa pensiun. Baca: Rencanakan Masa Tua dengan Dana Pensiun Syariah

Survei bertajuk Dari Tantangan Menjadi Peluang: Survei Pensiunan di Asia Timur Gelombang ke-2 ini dilakukan terhadap 10.019 responden dari 10 pasar, yaitu Cina, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Indonesia. Responden merupakan pekerja utama dalam rumah tangga berusia 20 tahun atau lebih, termasuk pensiunan saat ini dan pekerja utama. Wawancara responden di Indonesia dilakukan secara tatap muka.

[su_slider source=”media: 14461,14462,14463,14464,14465,14460″ limit=”5″ link=”lightbox” width=”500″ height=”300″ title=”no” pages=”no” mousewheel=”no” speed=”200″]

More Stories
Universitas YARSI Peduli Penanganan Masalah Stunting