Rumah adat minangkabau
Rumah Adat Minangkabau. Dok: wikipedia

Mengenal Lebih Dekat Wisata Syariah Minangkabau

[sc name="adsensepostbottom"]

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merekomendasikan Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata syariah dalam buku panduan Indonesia As Moslem Friendly Destination.

Rumah adat minangkabau
Rumah Adat Minangkabau. Dok: wikipedia

Islam pertama kali masuk ke Sumatera Barat pada abad ke-7, ditandai dengan kehadiran masyarakat Arab di pesisir timur Pulau Sumatera pada tahun 674 M. Perkembangan agama Islam di Sumatera Barat menjadi sangat pesat setelah Kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar memperluas wilayahnya ke seluruh pantai barat Sumatera. Pada abad 13, Islam mulai masuk ke Tiku, Pariaman, Air Bangis, dan daerah pesisir Sumatera Barat lainnya. Islam juga masuk ke pedalaman atau dataran tinggi Minangkabau pada abad 14.

Wisata Alam
1. Danau Singkarak
Danau yang terletak di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar ini menjadi ikon event balap sepeda Tour de Singkarak. Kedalaman danau yang cukup ekstrem ini pun mempengaruhi ekosistem danau, termasuk jenis tumbuhan air dan keragaman ikannya. Ikan bilih adalah spesies ikan khas Danau Singkarak.

2. Kepulauan Mentawai
Kepulauan ini menjadi tempat sempurna untuk wisata bahari. Sedikitnya ada 400 titik surfing di sini. Ada empat pulau yang membentuk Kepulauan ini, yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagau Utara, dan Pulau Pagau Selatan.

3. Bung Hatta Forest Park
Kebun Raya Bung Hatta terletak di Kecamatan Lubuak Kilangan, di arah menuju Solok. Kebun raya seluas 70 ribu hektar ini terdapat 352 jenis flora dan 170 jenis fauna yang dilindungi.

4. Ngarai Sianok
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi. Lembah ini memanjang dan berkelok sepanjang 15 kilometer sebagai garis batas kota dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Keindahan ngarai dapat dilihat dari Taman Panorama di Bukittinggi atau Anda juha bisa pergi langsung ke ngarai.

5. Taman Nasional Kerinci Sebiat
Taman ini membentang ke empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Ada sekitar 4000 spesies tumbuhan di sini termasuk Rafflesia Arnoldi dan Titan Arum. Faunanya antara lain harimau Sumatera, badak Sumatera, Gajah Sumatera, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan 370 spesies burung.

6. Danau Maninjau
Danau ini berada di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, sekitar 140 kilometer sebelah utara kota Padang. Danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,5 meter di atas permukaan laut.

7. Taman Nasional Siberut
Di dalam taman yang terletak di Pulau Siberut, kabupaten Kepulauan Mentawai, ini terdapat 31 spesies mamalia dan 134 spesies burung. Di sini juga terdapat empat spesies endemik primata yang terancam punah, yaitu siamang Mentawai, lutung, monyet Mentawai, dan beruk.

8. Lembah Harau
Lembah yang berada di kecamatan Harau, kabupaten Lima Puluh Kota ini terletak sekitar 138 kilometer dari Padang dan sekitar 47 kilometer dari Bukittinggi. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100-500 meter. Lembah ini dijuluki Lembah Yosemite di Indonesia karna memiliki keindahan seperti Taman Nasional Yosemite di Sierra Nevada, California.

Wisata Religi
1. Upacara Tabuik di Pariaman

Tabuik minangkabau
Upacara Tabuik. Dok: antara.

Upacara ini adalah tradisi masyarakat di pantai barat Sumatera Barat yang digelar pada 10 Muharram. Upacara ini berlangsung di kota Pariaman, yang berada lebih dari 1 jam dari kota Padang berkendara atau berjarak sekitar 56 kilometer ke arah utara. Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari Timur Tengah ke Pariaman sebagai peringatan perang Karbala. Waktu terbaik untuk menyaksikan festival ini adalah 10 hari pertama Muharram karena Anda dapat melihat persiapan hingga prosesinya.

2. Masjid Bingkudu
Masjid ini didirikan di tengah kecamuk perang Padri pada tahun 1823. Masjid dengan arsitektur khas Minangkabau ini terletak di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang, kabupaten Agam.

3. Makam Syekh Burhanudin
Syeikh Burhanudin Ulakan Pariaman adalah seorang ulama yang menyebarkan Islam di kerajaan Pagaruyung dan pahlawan pergerakan Islam yang melawan penjajahan VOC. Makam ini berada di Tapakis, Nagari Ulakan, kecamatan Ulakan, kabupaten Padang Pariaman.

Wisata Heritage
1. Jam Gadang
Dibangun pada 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris Fort de Kock (sekarang Bukittinggi), Rook Maker, pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazin Sutan Gigi Ameh.

2. Istana Basa Pagaruyuang
Bangunan ini adalah pengganti rumah Tuan Gadih Pagaruyung Istano Si Linduang Bulan yang terbakar pada 3 Agustus 1961. Istana ini berada di Melayu Ujung Kapalo Koto atau di Balai Janggo Pagaruyung, kecamatan Tanjung Emas, kabupaten Tanah Datar.

3. Fort de Kock
Brnteng peninggalan Belanda ini ada di atas Bukit Jirek, kota Bukittinggi. Benteng tersrbut digunakan Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau, terutama sejak meletusnya Perang Paderi (1821-1837).

4. Kompleks Candi Padang Roco
Kompleks candi peninggalan kerajaan Hindu-Buddha ini terdiri dari tiga candi, yaitu Candi Padang Roco I, II, dan III. Letaknya di Jorong Sungai Langsat/Lansek Kenagarian Siguntur Kecamatan Sitiung, kabupaten Dharmasraya.

5. Kota Tambang Tua Sawahlunto
Sawahlunto berjarak 90 kilometer dari Padang. Pertengahan abad 19, Sawahlunto adalah kota tambang setelah ditemukannya batubara di Sungai Ombilin. Tahun 1888 pemerintah Hindia Belanda mulai memdirikan fasilitas pertambangan batubara, terutama jalur kereta api. Tahun 1932 terowongan tambang di Sawahlunto ditutup dan dibuka kembali pada Juni 2007. Kini terowongan itu dinamai Lubang Mbah Soero dan dijadikan destinasi wisata.

6. Museum Gudang Ransoem
Awalnya gedung museum ini adalah kawasan dapur umum para pekerja tambang di Sawahlunto yang dibangun tahun 1981. Museum ini berlokasi di Jalan Abdul Rahman Hakim, kelurahan Air Dingin, Sawahlunto.

Transportasi
Pintu masuk utama adalah Bandara Internasional Minangkabau yang berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat kota Padang. Letaknya di Ketaping, kecamatan Batang Anai, kabupaten Padang Pariaman. Untuk menuju kota Padang, Anda dapat menggunakan bus Damri Tranex dan taksi. Bus Damri melayani dua rute, yaitu dari bandara ke lapangan Imam Bonjol, dan dari Padang ke Simoang Aru melalui wilayah tengah Padang.