Jumlah wisatawan muslim yang melanglang buana ke berbagai negara semakin meningkat. Segala kebutuhan yang terkait dengan nilai Islami tak hanya mengenai makanan halal, tetapi juga hotel yang mengakomodasi kemudahan beribadah.

Direktur International Center for Halal Standardization and Certification, Aidar Gazizov, mengatakan standar hotel syariah ini akan turut mendorong pertumbuhan pariwisata di Rusia. “Melihat dari meningkatnya jumlah wisatawan ke Rusia dari Asia Tenggara, Cina dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, kelas hotel akan ditunjukkan dengan tanda bulan, berbeda dengan hotel konvensional yang menggunakan tanda bintang,” ungkap Gazizov. [su_pullquote align=”right”]”Melihat dari meningkatnya jumlah wisatawan ke Rusia dari Asia Tenggara, Cina dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, kelas hotel akan ditunjukkan dengan tanda bulan, berbeda dengan hotel konvensional yang menggunakan tanda bintang,” [/su_pullquote]Baca: Layanan Hotel Syariah Kini Ada di Moskow, Mau Coba?
Nantinya, lanjut dia, seluruh hotel syariah harus dapat memenuhi kebutuhan umat muslim, terutama selama Ramadhan. Kamar hotel harus dilengkapi dengan fasilitas khusus yang memudahkan wisatawan muslim beribadah. “Mungkin nanti juga akan ada masjid di hotel, atau tempat santai dan tempat fitnes yang terpisah untuk pria dan wanita,” jelas Gazizov. Baca Juga: Apa Saja Kriteria Hotel Syariah?
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Total pengeluaran wisatawan muslim (outbound) diperkirakan mencapai 140 miliar dolar AS dolar pada 2013 (diluar haji dan umrah), atau sekitar 11,6 persen dari total pengeluaran global yang mencapai 1,2 triliun dolar. Pada 2019 pengeluaran wisatawan Muslim diperkirakan mencapai USD 238 Miliar.

