Halal food stamp

Standar Halal Global Permudah Produksi Makanan Halal

Penjualan makanan halal dibawah satu standar halal global membantu memudahkan produsen makanan halal dan konsumen

Halal food stamp
Halal food stamp

Direktur Penjualan Al Islami Foods dari Uni Emirat Arab (UEA), Nisham Mohideen mengatakan, standar halal yang sama bisa memperingkas kerja pemasok makanan. Lantaran, mereka hanya perlu satu sertifikat halal. Ini bisa membuat konsumen yakin bahwa makanan yang dibeli sudah sepenuhnya halal.

Menurutnya, keuntungan besarnya adalah kemudahan dalam menjalankan bisnis. Perusahaan di bidang bisnis makanan akan paham bahwa mereka harus mengikuti satu standar. ”Satu standar halal. Bagi  konsumen, ini berarti melindungi kepentingan mereka dan memastikan semua memenuhi kaidah syariah,” kata Mohideen dalam pameran OIC Halal Middle East,  seperti dilansir dari Gulf News.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pembelian di Sharjah Cooperative Society, Mohanad Gassem, menilai keberadaan standar halal tunggal akan mempermudah ritel memilih produk halal untuk dijualnya. Menurutnya, tidak adanya standar halal terpadu disebut telah meningkatkan biaya produksi makanan dan minuman perusahaan. Karena mereka harus mengikuti standar aturan negara yang berbeda-beda.

Hal itu pun dipertegaskan oleh Sebnem Sen dari Dubai Multi Commodities Centre. ”Di dunia ada sekitar 500-3000 bahan sertifikasi, 80 persen diantaranya berada di negara non Muslim,” ujar Sebnem.

Sementara itu Dinar Standar, firma riset khusus pasar Muslim, menyebut pasar untuk memproses, memproduksi dan mendistribusikan makanan sekaligus minutan halal diharapkan akan tumbuh menjadi industri bernilai 1,6 triliun dolar Amerika Serikat ( AS) pada tahun 2018. Sedangkan tahun 2012 nilainya bertumbuh satu triliun dolar

Tumbuhnya populasi Muslim membuat pasar halal menjadi menguntungkan. Populasi ini diharapkan tumbuh dari 1,8 miliar saat ini menjadi 2,2 miliar pada tahun 2030. Adapun standar halal sempat menjadi pembicaraan tahun lalu ketika cokelat Cadbury menarik dua produk di Malaysia karena ditemukan DNA babi.

Otoritas halal berwenang di beberapa negara, termasuk Saudi Arabia dan Indonesia, melakukan pengecekan pada cokelat Cadbury tersebut untuk memastikan produk tersebut memenuhi aturan syariat Islam.

More Stories
Bank Danamon HUT ke-64 Mengajak Masyarakat Menerapkan New Normal dengan Kepedulian Bersama