Beberapa jejak sejarah Islam di Yogyakarta yang bisa disambangi adalah di sekitar Keraton Ngayogyakarta dan Kotagede. Tidak hanya itu, Anda bisa pula mengunjungi 91 desa wisata. Perjalanan wisata di Yogyakarta bisa Anda mulai dari keindahan alamnya, kekayaan seni, tradisi, religi, warisan budaya, dan wisata kuliner.
Budaya

Di Yogyakarta terdapat sekitar 515 bangunan cagar budaya yang tersebar di 13 kawasan, salah satunya adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Yogyakarta juga memiliki 30 museum. Di sisi lain, juga ada upacara adat khas Yogyakarta seperti Upacara Garebeg dan Sekaten.
Upacara Garebeg diadakan tiga kali dalam setahun pada tanggal yang berkaitan dengan hari besar Islam, yaitu Garebeg Syawal, Garebeg Maulud, dan Garebeg Besar. Sedangkan, Sekaten adalah acara pendahuluan dari Garebeg Maulud dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diadakan tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijriah).
Wisata Alam
1. Resor Kaliurang
Resor yang berada di ketinggian 900 meter dari permukaan laut ini terletak di sebelah selatan lereng Gunung Merapi dan berjarak sekitar 28 kilometer dari Yogyakarta. Di area ini terdapat Taman Rekreasi Kaliurang, Taman Wisata Plawangan Turgo, Air Terjun Telogo Muncar dan kolam renangnya.
2. Gunung Merapi
Gunung yang berada 25 kilometer dari Yogyakarta ini adalah salah satu dari 500 gunung berapi di Indonesia. Jejak letusan Gunung Merapi di tahun 2010 pun dikemas dalam bentuk wisata lava tour. Puncak gunung menawarkan daya pikat keindahan matahari terbit dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Telomoyo, dan Merbabu.
3. Parang Tritis
Di pantai yang hanya berjarak 28 kilometer dari Yogyakarta ini, Anda bisa mendengarkan gemuruh ombak dan merasakan udara pantai yang sejuk membelai kulit. Pantai ini juga menawarkan atmosfir mistis kisah Kanjeng Ratu Kidul.
4. Desa Candirejo
Terletak sekitar 3 kilometer arah timur Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Desa yang memiliki pemandangan indah, subur, dan warga yang ramah ini dijadikan desa wisata, yang meliputi pemukiman seluas 100 hektar dan lahan pertanian 250 hektar. Aktivitas yang bisa dilakukan di sini, diantaranya menyusuri wisata alam, kesenian, jalan-jalan, budaya, sejarah dan minat khusus.
5. Agrowisata Turi
Letak Turi berada di utara kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan telah dikenal sebagai daerah agrowisata dengan nuansa alam yang sejuk serta memiliki perkebunan salak pondoh berkualitas. Tempat wisata ini menjadi sebuah pilihan menarik selepas menyambangi Candi Borobudur, Candi Prambanan, atau Gunung Merapi.
Wisata Religi
1. Masjid Agung Keraton Yogyakarta
Masjid yang biasa disebut Masjid Gedhe Kauman ini adalah masjid kerajaan dan dibangun oleh Sultan Sri Hamengkubuwono I tahun 1773. Masjid ini terletak hanya sekitar 600 meter dari ujung selatan Jalan Malioboro dan tepat sebelah barat dari Alun-alun Keraton Yogyakarta.
2. Makam Imogiri
Makam Imogiri adalah kompleks pemakaman raja-raja Mataram Islam beserta keturunannya, yaitu raja-raja yang bertahta di Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kompleks ini ada di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan terletak di atas perbukitan yang juga masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu.
3. Masjid Agung Kotagede
Masjid tertua di Yogyakarta ini berada di Jalan Watu Gilang, Kotagede. Dibangun di zaman pemerintahan Sultan Agung, bersama-sama dengan masyarakat setempat yang umumnya beragama Hindu dan Budha. Bentuk masjid berupa bangunan Jawa berbentuk limasan. Ciri khas Hindu dan Budha terlihat dari gapura masjid yang berbentuk paduraksa.

Wisata Heritage
1. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta ini dibangun menghadap ke arah utara Gunung Merapi. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.
2. Kampung Kauman
Di masa perjuangan kemerdekaan, kampung ini tempat berdirinya gerakan Islam Muhammadiyah (1912) yang diprakarsai oleh KH Ahmad Dahlan. Sebuah gapura berbentuk seperti kubah di kiri jalan akan menyambut Anda di kampung yang berada tak jauh dari Keraton Yogya, di Kecamatan Gondomanan, di ujung Jalan Malioboro.
3. Taman Sari
Istana ini dibangun tahun 1758 oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai rumah peristirahatan keluarga kerajaan. Lokasinya berada kurang dari 1 kilometer barat Kraton.
4. Malioboro
Malioboro adalah nama salah satu jalan dari tiga jalan di Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini, Anda bisa menyambangi Benteng Vredeburg, Gedung Agung dan Pasar Beringharjo. Di sini Anda juga bisa menemukan pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Yogyakarta dan warung-warung lesehan di malam hari yang menawarkan menu gudeg.
5. Candi Prambanan
Candi yang dibangun abad ke-9 ini adalah Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Letaknya yang tak jauh dari Candi Borobudur seperti ingin menunjukkan kepada Anda tentang keharmonisan antara umat Hindu dan Budha di Pulau Jawa.
6. Kota Gede dan Kerajinan Perak
Kota ini terdiri dari jalan-jalan sempit dengan toko-toko perak tradisional dan rumah berubin mosaik berjajar di tepi jalan. Kawasan ini selain memiliki jejak masuknya Islam di Yogyakarta, juga merupakan pusat industri perak. Ada sejumlah workshop kerajinan perak, dimana Anda dapat berhenti, berbelanja, atau sekedar menonton bagaimana perak dibentuk menjadi barang yang unik dan indah.
Transportasi
Pintu masuk utama jalur udara adalah Bandara Adisutjipto yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Sementara, pintu masuk jalur darat dapat melalui Stasiun Kereta Tugu, dekat Jalan Malioboro. Stasiun ini membuka pelayanan angkutan kereta api untuk kelas eksekutif dan bisnis.

