Di awal tahun pasar sukuk global kembali ramai. Yordania berencana masuk ke pasar sukuk pada Februari ini. Total rencana penerbitan sebesar 564 juta dolar AS.

Penerbitan sukuk ini pun bertujuan untuk memperkecil defisit anggaran pemerintah. Pemerintah Yordania, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan energinya, memperkirakan defisit anggaran akan menurun sebesar 24 persen menjadi 688 juta dinar tahun ini. Baca Juga: Fasilitasi Sukuk, Korea Selatan Perlu Amandemen UU Pajak
Menurut Manager Senior Quantum Investment Bank, Montasser Khelifi, negara yang memeroleh peringkat investasi BB- dari Standard & Poor’s ini kemungkinan besar akan menerbitkan surat utang berdenominasi mata uang lokal. “Masuk ke pasar sukuk dengan peringkat BB- akan berbiaya mahal, berbeda dengan yang berperingkat tinggi seperti Inggris dan Luxembourg. Pemerintah Yordania harus memberikan margin besar,” ujar Khelifi.
- CIMB Niaga Launching Preferred BOSS di Wealth Xpo 2026, Solusi Terintegrasi Pengusaha Mengembangkan Bisnis dan Kelola Kekayaan
- Sinergi Bank Muamalat dan RS PMI Bogor Perkuat Keuangan Syariah dan Gerakan Sosial
- Jumlah Peserta DPLK Syariah Muamalat Terus Meningkat
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta, Perluas Pengalaman Lifestyle Padel Nasabah dan Masyarakat
Yordania memiliki nilai utang 6 miliar dolar yang akan jatuh tempo tahun ini. Ekonom Envision Consulting Group, Yusuf Mansur mengungkapkan menurunnya defisit anggaran Yordania pada 2015 karena meningkatnya bantuan dari negara lain. “Karena itu, saat ini pemerintah mencari alternatif pembiayaan lain. Dengan menerbitkan surat utang lokal, Yordania tidak perlu ke Bank Dunia atau Dana Moneter Internasional,” cetus Mansur. Baca: IDB Setujui Proyek Senilai 566 Juta Dolar AS

