Gulfood 2015 Fokus Pada Makanan Halal

[sc name="adsensepostbottom"]

Industri makanan halal akan menjadi fokus pada Gulfood 2015 yang merupakan pameran dagang dan makanan bertaraf international “ Halal Food World” di Dubai.

gutfoofMengutif dari Gulf News, Jumat (6/2), Gulfood akan menjadi tuan rumah dalam acara “Halal Food World” atau makanan halal dunia, yang akan berlangsung tanggal 8-12 Februari 2015 di Pusat Perdagangan Dunia Dubai (DWTC).

Wakil Presiden Senior dari managemen DWTC, Trixie LohMirmand mengatakan, fokus produk halal pada pameran ini bertujuan untuk menjadikan Dubai sebagai ibukota ekonomi Islam. “Pasar makanan halal global yang menyumbang seperlima dari pergdangan pangan dan makanan halal dunia, akan memastikan Gulfood terus memainkan peran utama dalam pertumbuhan sektor makanan halal,” kata Trikie.

Menurut statistik dari DWTC, penyelenggara pameran impor makanan halal Uni Emirat Arab (UEA ) diperkirakan tumbuh dari US$ 3 miliar ( Rp 37,8 triliun) pada 2011 dan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 8,4 miliar (Rp 105,8 triliun) pada tahun 2020. “Secara global pasar makanan halal bernilai sekitar US$ 1 triliun per tahun,” ujar Trikie.

Dalam Gulfood ini juga akan diselenggarakan Konferensi Halal Investasi, dengan topik visi ekonomi Islam. Konferensi ini akan membahas peluang bisnis   di pasar halal global. Selain itu, Gulfood juga akan menyoroti masalah keamanan pangan di wilayah KTT. Ketahanan pangan dunia, yang akan menarik lebih dari 200 profesional di bidang industri makanan. Sedangkan untuk forum waralaba makanan akan diselenggarakan pada 11 Februari, yang membahas cara-cara perusahaan dapat membuat waralaba yang sukses, serta pengaturan proses waralaba di UEA.

Ia menuturkan, acara ini akan menampilkan lebih dari 4.800 perusahaan dari negara-negara regional dan international, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Arab Suadi, Amerika Serikat, Australia dan Perancis. Negara-negara baru yang berpartisipasi dalam acara ini termasuk Estonia, Monaco dan Uzbekistan.

Acara ini juga akan mempertemukan lebih dari 1.000 merek khusus makanan halal. Para peserta pameran akan menampilkan berbagai produk halal, termasuk makanan vegetarian, minuman energi, daging dan unggas, serta makanan kaleng dan produk lainnya. “Di antara merek dagang yang akan berpartisipasi adalah Lipton, Al Rabie, Del Monte, Knorr dan Aujan,” kata Trikie.

Dalam Gulfood ini juga akan diselenggarakan Konferensi Halal Investasi, dengan topik visi ekonomi Islam. Konferensi ini akan membahas peluang bisnis   di pasar halal global.

Gulfood juga akan menyoroti masalah keamanan pangan di wilayah KTT. Ketahanan pangan dunia, yang akan menarik lebih dari 200 profesional di bidang industri makanan. Sedangkan untuk forum waralaba makanan akan diselenggarakan pada 11 Februari, yang membahas cara-cara perusahaan dapat membuat waralaba yang sukses, serta pengaturan proses waralaba di UEA.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa lebih dari 80.000 pengunjung dari 150 negara diperkirakan akan menghadiri acara tersebut. Gulfood tahun ini akan lebih besar dari tahun lalu dalam hal ruang pameran yaitu sekitar 10.000 meter persegi. Tenda telah dibangun di luar DWTC dekat stasiun metro untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah peserta pameran.

Namun demikian, lanjut Trikir, untuk acara tahun depan ruang pameran diharapkan serupa. Terkait ruang yang lebih banyak di luar, ini karena tidak mungkin terpenuhi dalam satu atau dua tahun ke depan. “Ini akan didasarkan pada kapasitas yang ada yaitu ruang yang lebih permanen dibangun di belakang Balai Za’abeel,” paparnya.