Promosikan produk halal, pemerintah Thailand menginvestasikan dana senilai 10.93 miliar bath atau sekitar Rp 4,34 triliun.

Arthit menjelaskan, anggaran dana tersebut akan digunakan untuk mempromosikan produk halal dan diharapkan akan menjadikan Thailand menjadi salah satu dari lima eskportir produk halal terbesar di dunia. ”Pemerintah siap mempromosikan dan mengembangkan kosmetik halal, farmasi dan produk-produk herbal untuk memenuhi standar international,” kata Arthit, seperti dikutif dari berita BERNAMA, Senin (2/3).
Menurutnya, pengembangan produk makanan halal akan dibagi menjadi beberapa strategi yang melibatkan 77 proyek. Strategi yang diluncurkan untuk lima tahun ke depan itu berkisar dari meningkatkan produksi dan jasa barang serta mengembangkan standar permasaran untuk melakukan penelitian tentang makanan halal. ”Komite akan segera menyampaikan rencana anggaran promosi itu kepada kabinet untuk disetujui sebelum dilaksanakan,” ujarnya.
- “Hijrah Lebih Bermakna” Refleksi Perjalanan Panjang 34 Tahun Bank Muamalat
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Ia menegaskan, saat ini Thailand berada di peringkat ke 13 di antara eksportir pangan halal terbesar di dunia dengan perkiraan bernilai sekitar lima miliar dolar AS, dengan ekspor yang membentuk empat miliar dolar AS.
Sementara Ketua Majelis Agama Islam Wilayah Pattani, Thailand Selatan Ahmad Kamae Waemusor menyatakan, lembaganya yang selama ini mensertifikasi produk-produk halal made in Thailand, mendapat respon sangat baik dari masyarakat baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim. ”Masyarakat merasa terjamin dengan mengkonsumsi produk-produk bersertifikasi halal,” katanya.

