Perbankan syariah dinilai sulit bersaing karena penyaluran pembiayaannya masih dominan pada bisnis ritel.

Dalam dunia bisnis ada dua area yaitu red ocean dan blue ocean. Red ocean merupakan ruang pasar yang sudah dikenal di pasaran, sedangkan blue ocean adalah menciptakan pasar baru yang belum dimasuki oleh pesaing maupun belum dikenali sebelumnya. Oleh karena itu, OJK pun terus mendorong lembaga keuangan syariah untuk terus berinovasi. Baca: Bingung Inovasi Produk? Ini Solusinya!
Menurut Dhani, ada empat tantangan fundamental pengembangan perbankan syariah. Pertama, bank syariah harus punya size yang besar agar memiliki skala lebih baik, sumber daya manusia mumpuni, mempunyai kemampuan mengembangkan teknologi dan manajemen yang lebih baik. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan penambahan modal, peningkatan kapasitas bank syariah oleh bank induk, mendirikan big bank syariah, hingga optimalisasi dana haji dan zakat, infak, sedekah dan wakaf.
Kedua, upaya dalam memperoleh dan mempertahankan nasabah prima. Dhani mengutarakan untuk memperoleh nasabah prima ini literasi keuangan harus terus digalakkan dan segmen pasar pun diperluas. “Menjangkau nasabah prima ini juga maksudnya mempertahankan loyalitas nasabah yang ada, dan meningkatkan jumlah nasabah baru. Jangan sampai nasabah yang sudah ada pergi pindah ke bank konvensional,” jelas Dhani.
Ketiga, menyediakan produk prima, tidak hanya dengan berinovasi produk tetapi juga meningkatkan pelayanan dan teknologi dan kolaborasi pemasaran dan jaringan. Keempat, meningkatkan pembangunan kapasitas melalui program pendidikan dan sertifikasi. Baca: Perkuat Kompetensi Pelaku Industri, AASI Bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi

