Bertitik tolak dari definisi usul fikih yang telah dipaparkan sebelumnya, maka bahasan pokok atau objek kajian usul fikih adalah tentang:[1]
[su_box title=” Seri ‘Usul Fikih dan Pengembangan Ekonomi Islam’ oleh Muhammad Zaki, Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAI Yasni Muara Bungo.Ini adalah bagian 5.” style=”soft” box_color=”#cc3333″ radius=”5″]
- Usul Fikih dan Pengembangan Ekonomi Islam
- Pengertian Fikih Secara Bahasa dan Istilah
- Ruang Lingkup dan Objek Kajian Fikih 3
- Usul Fikih: Pengertian Secara Bahasa
- Ruang Lingkup dan Objek Kajian Usul Fikih
- al-Qawa‘id al-Fiqhiyyah
- Kedudukan Fikih, Usul Fikih dan al-Qawa’id al-Fiqhiyyah dalam Ekonomi Syariah
[/su_box]
- Dalil-dalil atau sumber hukum syarak.
- Hukum-hukum syarak yang terkandung dalam dalil tersebut.
- Kaedah-kaedah tentang usaha dan cara mengeluarkan hukum syarak dari dalil atau sumber yang mengandungnya.
Dalam membicarakan sumber hukum dibicarakan pula kemungkinan terjadinya benturan antara dalil-dalil dan cara menyelesaikannya. Dibicarakan pula tentang orang-orang yang berhak dan berwenang menggunakan kaedah atau metode dalam melahirkan hukum syarak tersebut, sehingga memunculkan pembahasan tentang ijtihad dan mujtahid. Kajian lain usul fikih adalah mengenai tindakan dan usaha yang dapat ditempuh orang-orang yang tidak mempunyai kemampuan dan kemungkinan berijtihad atau pembahasan tentang taqliddan hal-hal lain yang berhubungan dengannya.


