Ini salah satu contoh program beasiswa berbasis filantropi Islam. Mengubah anak “nakal” menjadi berprestasi.

Dari situs resmi Rumah Zakat (RZ) dikabarkan, putera pertama dari Bapak Didik Cahyono ini awalnya sangat suka sekali main games online dan sepakbola, sehingga ia sering dimarahi oleh orang tuanya karena bandel dan bermalas-malasan ketika melakukan aktivitas selain yang ia senangi.
Di dekat tempat tinggalnya, ada satu TPA tempat belajar membaca Al Qur’an sehingga ada kisah ia pamit dari rumah untuk mengaji, tetapi dia tidak sampai di tempat TPA. Menutur orang tuanya, “memang ia agak sulit diatur dan nakal, selain sering main bola tak kenal waktu, ia juga sering ikut track-trackan motor modifikasi, balapan dengan teman-teman nya”.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Tapi, semenjak ia mendapat program beasiswa ini ada perubahan yang signifikan dalam dirinya. Kini keluarga Pak Didik mulai lebih stabil dan teratur, misalkan karena biaya sekolah Deni tahun ini sudah mulai terbantu bahkan berlebih dan bisa menabung.
Menurut koordinator pementor pembinaan program ini, Febri “Deniansyah juga terlihat lebih bersih dan rapih mungkin karena tidak klayapan main, ia juga lebih menurut dan selalu rajin hadir dalam kegiatan pembinaan yang diadakan. Yang menggembirakan, pada bulan Maret 2015 lalu ia dan club nya berhasil masuk final dan menjuarai pertandingan sepakbola di Malang. Ia punya potensi di olahraga, tinggal kita arahkan ke hal positif”.

