desa emas
Ilustrasi Desa Emas. Foto: Yayasan Al Azhar Peduli Umat

Ini Ciri Desa Emas!

[sc name="adsensepostbottom"]

Pembangunan dari desa kini sedang terus digalakkan. Konsep Desa Emas pun dibangun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa.

desa emas
Ilustrasi Desa Emas. Foto: Yayasan Al Azhar Peduli Umat

Ketua Tim Pembangunan Nasional Desa Emas Aries Muftie, mengatakan potensi dana untuk usaha kecil dan mikro di pedesaan cukup besar, hingga lebih dari Rp 100 triliun. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi dari desa perlu dilakukan. Salah satunya melalui penerapan Desa Emas. Konsep Desa Emas ini merupakan adaptasi dari keberhasilan Korea Selatan melakukan Gerakan Membangun Desa.

Aries menyebutkan ada lima pilar dalam membangun Desa Emas. Pilar pertama adalah bina karakter, dimana masyarakat desa tersebut harus punya karakter dan akhlak bagus. “Untuk itu, kita mulai dari masjid. Tolok ukurnya apakah masjid penuh, dan anak-anak disana baca dan mengerti Al Quran,” kata Aries, Rabu (12/8). Baca: Masjid Berpotensi Kembangkan Keuangan Syariah

Pilar kedua adalah bina saudara, di mana desa tersebut harus memiliki kelompok persaudaraan. Pilar ketiga adalah bina sinergi dengan memiliki koperasi. Pilar keempat adalah bina dana investasi dengan adanya lembaga keuangan mikro yang tunduk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan. Pilar kelima adalah bina pasar dan produk unggulan. “Jadi harus ada badan usaha milik desa. Semua disatukan menjadi satu kesatuan dalam bentuk perseroan terbatas (PT),” jelas Aries.[su_pullquote align=”right”]”Pilar kelima adalah bina pasar dan produk unggulan. “Jadi harus ada badan usaha milik desa. Semua disatukan menjadi satu kesatuan dalam bentuk perseroan terbatas (PT),””[/su_pullquote]

Saat ini uji coba proyek Desa Emas berada di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Selanjutnya akan menyusul Jawa Barat. “Untuk percontohan sekarang sudah ada 400 Desa Emas di Sulawesi Selatan dan di Nusa Tenggara Barat 100 desa,” ungkap Aries. Baca: Sejahterakan Masyarakat Lewat Badan Usaha Milik Desa

Program pembangunan desa emas merupakan program yang bekerjasama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, ESQ dan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil Seluruh Indonesia (Absindo). Absindo memiliki target agar satu desa memiliki satu BMT. Indonesia memiliki sekitar 74 ribu desa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.