Ketika negara non Muslim mulai memproduksi produk halal, Indonesia hanya mampu menjadi konsumen produk halal.

Dari Riau Pos, Senin (31/8), “Industri halal yang belum dilirik Indonesia ini sebenarnya pasar besar untuk negara berpenduduk muslim terbesar di dunia semacam Indonesia. Salah bila kesempatan ini akhirnya disia-siakan padahal peluangnya sangat bagus,” tuturnya saat memberikan seminar perkembangan industri halal kepada mahasiswa di Aula Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (UIR) Sabtu (29/8).
Dia mencontohkan pertumbuhan bisnis pariwisata yang berkembang sangat pesat di nusantara. Orang seharusnya bisa menangkap peluang dengan menyajikan banyak data mengenai program halal di bisnis ini. “Mulai dari bagaimanan menyajikan bisnis penginapan yang halal, dilengkapi tempat salat dan fasilitas penunjang lainnya yang sesuai syariat Islam,” jelas Irwandi.
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Disebutkan rasa kesadaran untuk ambil peluang dalam bisnis halal di negeri jiran kian tumbuh. Banyak wirausahawan mampu melihat jeli peluang ini menjadi bisnis besar. Mereka kini berlomba-lomba mengibarkan bendera terjun dalam peluang menjanjikan ini.
Banyak yang harus diperbaiki di Indonesia, salah satunya soal sertifikasi halal. Sertifikasi merupakan salah satu cara untuk memberi jaminan kalau sebuah produk yang beredar di pasaran halal untuk dikonsumsi. Sertifikasi seharusnya berjalan seiring dengan misi utama, yakni membangun industri halal yang sesungguhnya antara lain melakukan pembinaan kepada industri, mendidik masyarakat melalui kesadaran halal. Baca juga: Pentingnya Sertifikasi Halal
Selain itu, Indonesia perlu menyadari pentingnya menerapkan manajemen rantai pasok produk halal ini. Penerapan halal supply chain management ini juga dapat menguatkan merek secara komersial. “Biasanya orang akan membeli produk halal mereka pada toko Muslim. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan dari konsumen untuk membeli produk atas dasar kepercayaan bahwa toko tersebut tidak akan menjual produk yang haram, meskipun sebenarnya banyak perusahaan non muslim yang menjual produk halal,”katanya.

