Di tengah kondisi masih tidak jelasnya pasar keuangan, serta melambatnya ekonomi nasional, ternyata minat masyarakat terhadap obligasi negara ritel seri ORI 012 masih cukup tinggi.

Atas total realisasi pemesanan tersebut, pemerintah kemudian melakukan data cleaning, sehingga total penjualan ORI012 mencapai Rp27,439 triliun, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan 49.521 pemesanan yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia,” jelas Direktur Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)-Loto Srinaita Ginting di Jakarta, kemarin.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Dari 21 agen resmi penjual ORI012, 18 di antaranya berhasil mengumpulkan pemesanan di atas target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Bahkan, delapan agen penjual mengajukan permintaan tambahan kuota penjualannya,” tambah Loto.
Loto melanjutkan, rata-rata volume per pemesanan ORI012 mencapai Rp554 juta, atau menunjukkan tren peningkatan dibanding penerbitan seri ORI sebelumnya.
Sebagai informasi, setelah melalui masa penawaran pada 21 September hingga 15 Oktober 2015, penjatahan ORI012 dilakukan Senin (19/10). Sementara, setelmen akan dilakukan pada Rabu (21/10), dan pencatatan di Bursa akan dilakukan pada Kamis (22/10).

