Danamon mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,9 triliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2015.

Vera menambahkan bahwa Danamon sedang menjalankan beberapa inisiatif untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dana. “Terutama, kami sedang berfokus terhadap peningkatan
jangkauan dan kualitas layanan nasabah dengan melakukan restrukturisasi pada jaringan layanan dan
penjualan kami,” jelas Vera.
Danamon sendiri mencatatkan beberapa peningkatan pada kuartal ketiga 2015 dibandingkan dengan kuartal kedua. Peningkatan tersebut termasuk pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 14% pada kuartal ketiga, dibandingkan pada kuartal kedua menjadi Rp 643 miliar.
- BPKH dan Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung
- CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien via Cathay Travel Fair 2026
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Transaksi Sertifikasi Halal Secara Daring
- BCA Syariah, BEI dan Henan Sekuritas Berkolaborasi untuk Edukasi Keuangan Syariah Bagi Mahasiswa PNJ
Kemudian, rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-toincome) membaik dari 54,6% pada kuartal kedua menjadi 51% pada kuartal ketiga.
Sedangkan, selisih bunga bersih (net interest margin) tumbuh dari 7,8% pada kuartal kedua, menjadi 8,3% pada kuartal ketiga yang disebabkan oleh turunnya biaya dana.

