Wisata halal bukanlah ancaman bagi pariwisata konvensional. Keberadaan wisata halal justru melengkapi kekayaan fasilitas pariwisata di tanah air.

“Wisata halal tidak memaksa, melainkan sebuah pilihan. Keberadaan wisata halal tidak akan menganggu wisata konvensional. Keduanya bisa berjalan beriringan.Wisata halal justru memberi nilai lebih sebuah destinasi wisata,” jelas Sapta dalam acara Tasyakuran kemenangan Indonesia di ajang World Halal Travel Award-Dubai, di Hotel Sofyan, Jakarta, semalam (Senin/9/11/15).
Menurut Sapta yang juga salah satu tokoh dibalik suksesnya Indonesia meraih penghargaan World Halal Travel di Dubai baru-baru ini, keberadaan wisata halal memberikan tambahan pilihan pelayanan bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berwisata di Indonesia.
- BPJH Resmi Berikan Sertifikasi Halal bagi JNE untuk Layanan Logistik, Perkuat Standar Layanan Terpercaya
- Bank Muamalat Dukung Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan
- DPLK Syariah Muamalat Layani Program Pensiun Penggiat Masjid Tazkia Islamic Center
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
“Jadi bagi para pelaku wisata, dengan wisata halal mereka bisa mendapatkan dua market. Pertama market wisatawan reguler seperti biasa, dan kedua market wisatawan yang menginginkan fasilitas wisata halal. Jadi wisata halal itu justru menguntungkan bagi para pelaku industri pariwisata di tanah air,” papar Sapta panjang lebar.
Karena itu, menurut Sapta, para pelaku usaha pariwisata tidak perlu merasa kawatir, bahwa keberadaan wisata halal ini akan menghambat perkembangan bisnis wisata yang sudah eksis sebelumnya.
“Wisata halal ini adalah pilihan bagi para wisatawan. Keberadaannya justru mendukung suatu destinasi wisata untuk bisa lebih banyak mendapatkan kunjungan. Jadi tidak perlu kawatir dengan wisata halal. Justru wisata halal ini harus didukung untuk terus dikembangkan secara lebih luas di tanah air,” demikian Sapta Nirwandar menutup pembicaraan.

