Rakernas, MUI Dituntut Peran Lebih Besar dari Kewenangan

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama dalam kepengurusan barunya, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Forum ini dijadikan sebagai ajang konsolidasi organisasi yang perannya dituntut lebih besar dari kewenangan.

Ketua Umum MUI. KH. Ma'ruf Amin, dalam pembukaan Rakernas MUI, di hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa 10/11). foto: MySharing,
Ketua Umum MUI. KH. Ma’ruf Amin, dalam pembukaan Rakernas MUI, di hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa 10/11). foto: MySharing,

“Sebagai forum tertinggi kedua di lingkungan MUI, Rakernas mempunyai nilai penting untuk melakukan konsolidasi organisasi dan merumuskan program strategis,” kata Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin saat pembukaan Rakernas, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa  (10/11). Baca: Ketum MUI: Ulama Pahlawan Tanpa Jasa Harus Terus Berjihad.

Ma’ruf menegaskan, bahwa saat ini MUI semakin mendapatkan kepercayaan dari umat Islam di Indonesia. Dalam banyak hal, MUI dituntut berperan lebih besar dari kewenangannya. Tentu, semangat MUI harus semakin melecut untuk berkhidmah lebih keras dan lebih baik. Tidak hanya itu, lanjut dia, MUI juga harus bekerja lebih efektif dan efisien, serta lebih terorganisasi.

“Diharapkan dalam waktu mendatang MUI semakin mantap untuk memperjuangkan terwujudnya izzul Islam wal muslimin,” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Rakernas 2015 ini merupakan Rakernas pertama Pengurus MUI Pusat baru yang terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI di Surabaya, Jawa Timur, pada Agustus lalu. Rencananya Rakernas ini akan digelar selama tiga hari pada 10-12 November 2015.

Acara yang diikuti 250 peserta dari unsur Dewan Pimpinan MUI, Dewan Pertimbangan MUI, perwakilan komisi-komisi, dan perwakilan MUI dari seluruh provinsi Indonesia, kali ini akan merinci hasil Munas Surabaya.  Adapun rincian tersebut akan dibentuk rekomendasi 12 komisi-komisi. “Harapannya, akan dihasilkan rekomendasi-rekomendasi yang lebih aplikatif bagi masyarakat,” pungkas Ma’ruf.