Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) menggelar Sarasehan Pesantren Nusantara bertajuk “Optimalisasi Peran Pesantren dalam Dakwah Nusantara” mulai 1-3 Desember 2015.

“Tujuannya agar dapat menebar dakwah yang Rahmatan lil Alamin ke seluruh pelosok negeri yang jarang tersentuh keislaman secara utuh,” kata Ahmad saat membuka sarasehan, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima mysharing, Rabu (2/12). Baca: Ini Kesimpulan Bincang Nasional Pengembangan Ekonomi Syariah Melalui Pemberdayaan Pesantren!
Digelarnya Sarasehan Pesantren Indonesia berangkat dari besarnya potensi pesantren di Indonesia. Indonesia. Merujuk data Kementerian Agama tahun 2012, tercatat ada 27.230 pesantren di seluruh tanah air. Manager Sosial dan Dakwah Dompet Dhuafa Ahmad Fauzi, menuturkan potensi tersebut yang membuat pesantren dapat membentuk generasi Islami yang kompeten dan idealis.
Hadirnya Sarasehan Pesantren Indonesia, lanjut Fauzi, diharapkan melahirkan rekomendasi strategis dalam sinergi kelola dakwah nusantara seperti dakwah komunitas, pemberdayaan umat, dan gerakan-gerakan kebaikan. “Selain itu, sarasehan ini juga ditargetkan menghasilkan resolusi atas pembahasan isu-isu kekinian seperti kemiskinan, kepedulian sosial, sampai pada stigmanisasi pesantren sebagai sarang terorisme,” kata Fauzi. Baca: MUI Siapkan Kode Etik Dakwah
Adanya silaturahmi para pegiat dakwah ini juga menjadi sinergi yang saling melengkapi program Cordofa tehadap aktivitas dakwah, baik nasional dan internasional. Faktor tersebut yang mendorong Cordofa mencari alumni dan pengkaderan yang baik dari pesantren untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan ladang amal yang tersedia. “Agenda sarasehan pesantren ini sangat penting menjadi awal dari sinergi para pegiat Islam di Indonesia demi maslahat umat sampai penjuru negeri,” pungkas Fauzi.

