MES Fokus Bangun Sektor Riil UKM Halal

[sc name="adsensepostbottom"]

Usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi sektor yang mampu diandalkan ketika krisis ekonomi terjadi.

ukm kueKetua Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sugiharto, mengatakan saat Indonesia mengalami krisis pada 1998 yang menyelamatkan Indonesia adalah UKM. “Dari 107 juta tenaga kerja sebanyak 97,7 persennya adalah mereka yang bekerja di UKM, dan UKM ini menjadi defense mechanism (mekanisme pertahanan) yang kuat secara ekonomi sudah terbukti pada 1998,” jelasnya dalam pembukaan Indonesia Halal Business, Food, and Fashion Expo 2015, Jumat (4/12).

Ia mengungkapkan saat ini penerimaan pajak jeblok karena banyak perusahaan di Indonesia yang pendapatannya menurun. “Namun pasar UKM membesar sekalipun dari 60,5 juta UKM yang sudah bankable baru dua juta, sedangkan sisanya dianggap tidak bankable,” jelas Sugiharto.

Oleh karena itu, MES di tahun ini pun tidak lagi fokus pada fungsi intermediasi lembaga keuangan syariah, namun pada sektor riil. Utamanya membangun sektor riil yang halal dan bermartabat. “Saya optimis ke depan Indonesia akan jauh lebih baik jika peduli pada UKM karena bisa mempertahankan kesinambungan dan persatuan Indonesia,” tukasnya.

Dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia juga dinilai akan mampu mendorong UKM. Sugiharto menyebutkan dari hasil studi diperkirakan pada 2030 Indonesia akan menjadi the next seven largest economy karena mengalami demografi dividen berusia 16-24 tahun. “67 persen dari penduduk Indonesia ini adalah orang produktif. Sampai 2030 golongan menengah akan menjadi 135 juta orang dan akan menjadi enzim konsumsi produksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan pun perlu ada sinergi antara pemerintah, pengusaha, lembaga sosial dan masyarakat. Oleh karena itu, MES bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, ESQ, Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama, dan Majelis Ulama Indonesia dalam Kongres Umat Islam mencanangkan strategi jamaah dengan membangun satu desa satu baitul maal wat tamwil.

“Kami ingin membangun satu desa satu BMT satu desa madani. Desa bangkit, maju dan terbang bagi 74 ribu desa di Indonesia. Insya Allah ini tantangan ke depannya. Satu desa juga menghasilkan satu produk yang tidak hanya halal, tetapi juga thoyyib,” ujar Sugiharto, yang optimis terhadap prospek tersebut mengingat meningkatnya pula jumlah kelas menengah di Indonesia.