(Ki-Ka): Sulistyo Budi (Direktur IT BEI), Syafruddin (Direktur KSEI), Friderica Widyasari Dewi (Direktur KSEI), Margeret Tang (Direktur Utama KSEI), Heri Sunaryadi (Komisaris KSEI), Wahyu Hidayat (Komisaris Utama KSEI), Sunandar (Direktur KPEI), Hasan Fawzi (Direktur Utama KPEI) dan Samsul Hidayat (Direktur Penilaian Perusahaan BEI). Dok. KSEI

HUT ke-18 KSEI Luncurkan Website Baru

[sc name="adsensepostbottom"]

Bertepatan dengan ulang tahun ke-18, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan website baru perusahaan dengan tampilan yang lebih menarik dan informatif.

(Ki-Ka): Sulistyo Budi (Direktur IT BEI), Syafruddin (Direktur KSEI), Friderica Widyasari Dewi (Direktur KSEI), Margeret Tang (Direktur Utama KSEI), Heri Sunaryadi (Komisaris KSEI), Wahyu Hidayat (Komisaris Utama KSEI), Sunandar (Direktur KPEI), Hasan Fawzi (Direktur Utama KPEI) dan Samsul Hidayat (Direktur Penilaian Perusahaan BEI). Dok. KSEI
(Ki-Ka): Sulistyo Budi (Direktur IT BEI), Syafruddin (Direktur KSEI), Friderica Widyasari Dewi (Direktur KSEI), Margeret Tang (Direktur Utama KSEI), Heri Sunaryadi (Komisaris KSEI), Wahyu Hidayat (Komisaris Utama KSEI), Sunandar (Direktur KPEI), Hasan Fawzi (Direktur Utama KPEI) dan Samsul Hidayat (Direktur Penilaian Perusahaan BEI). Dok. KSEI

Memasuki usia ke-18, KSEI tak henti melakukan pengembangan dan upaya penyebaran informasi, baik yang terkait dengan investor maupun masyarakat umum. Sebagai salah satu bentuk peningkatan layanan jasanya, KSEI melakukan pembaharuan tampilan corporate website agar semakin menarik dan informatif.

“Langkah ini merupakan salah satu upaya KSEI untuk meningkatkan layanan jasa serta menyampaikan informasi seluas mungkin kepada masyarakat umum dan khususnya kepada pemakai jasa KSEI,” ujar Direktur Utama KSEI Margeret Tang, dalam pembukaan perdagangan Bursa, Rabu (23/12). Baca: OJK Terbitkan Enam Aturan Pasar Modal Syariah

Margeret menyampaikan saat ini fokus pengembangan KSEI meliputi tiga rencana strategis, yakni proyek pengembangan sistem utama, perluasan sinergi Fasilitas AKSes dengan perbankan dan sistem reksadana terpadu (S-Invest). Untuk mendukung pengembangan sistem S-Invest, KSEI melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sistem tersebut pada Juni 2015 dengan Korea Securities Depository (KSD) sebagai lembaga Kustodian di Korea Selatan yang telah mengimplementasikan sistem serupa di pasar modalnya. Rencananya, S-Invest akan diterapkan di Indonesia tahun depan.

Pada pertengahan tahun 2015, KSEI pun menyelesaikan salah satu pengembangan infrastruktur berupa fasilitas penyelesaian transaksi dana pasar modal melalui bank sentral (Bank Indonesia/BI). Dengan peresmian fasilitas penyelesaian transaksi dana pasar modal melalui bank sentral, maka pemindahbukuan dana dapat dilakukan di Bank Pembayaran dan Real Time Gross Settlement System (BI-RTGS) Bank Indonesia. Baca: Perlunya Edukasi Simultan Pasar Modal Syariah ke Institusi dan Investor

Fasilitas ini memungkinkan Pemegang Rekening KSEI untuk melakukan penyelesaian dana secara lebih mudah dan cepat, karena menggunakan sistem bank sentral yang lebih terpusat. Untuk tahap pertama, Bank Kustodian wajib melakukan penyelesaian dana menggunakan sistem BI-RTGS untuk semua transaksi dalam mata uang Rupiah.