Malaysia External Trade Development Corp (Matrade) menjalin kolaborasi strategis dengan AEON Co demi masuk ke pasar halal Jepang.

Jepang adalah salah satu pasar penyedia pangan terbesar di dunia, dengan nilai mencapai 225 miliar dolar AS dan 60 persen dari suplai makanan di negara itu pun diimpor. “Kesadaran perusahaan Jepang akan potensi pasar Muslim semakin meningkat beberapa tahun terakhir ini,” tukas Dzulkifli.
Permintaan akan produk dan jasa halal di Jepang diperkirakan kian meningkat menjelang terselenggaranya Olimpiade dan Paralympic Games di Tokyo pada 2020. Menurut Dzulkifli, pemerintah Jepang pun akan memastikan persediaan produk halal mencukupi bagi wisatawan muslim maupun umat muslim yang tinggal di Jepang.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
“Ada banyak peluang di sektor halal bagi komunitas bisnis di Malaysia dan Jepang. Melalui kolaborasi dengan AEON, produk halal Malaysia akan dipajang di 25 outlet AEON di seluruh Jepang. Kerja sama ini menjadi salah satu platform untuk mempromosikan produk halal dan menciptakan peluang bagi perusahaan Malaysia untuk memperluas pemasarannya di luar negeri, terutama di Jepang,” jelas Dzulkifli.
Ia menambahkan perusahaan Malaysia pun harus memenuhi persyaratan standar impor Jepang yang cukup ketat. Sejumlah produk yang diekspor Malaysia diantaranya minyak kelapa sawit, kakao, coklat, hasil laut, lada, makanan beku, kue, kripik, puding dan makanan tradisional Malaysia.

