Kru Rayani Air Malaysia, Foto: Metro

Gandeng Royal Brunei, Rayani Air Promosikan Konsep Maskapai Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Hingga saat ini belum ada panduan prinsip syariah untuk industri penerbangan.

Dok. metro
Dok. metro

Maskapai asal Malaysia Rayani Air menghiasi laman berbagai media massa ketika melakukan penerbangan perdananya dari Kuala Lumpur ke Langkawi pada 20 Desember 2015 silam. Maskapai yang menerapkan prinsip syariah dalam penerbangannya ini pun menerima berbagai reaksi terkait konsep syariah tersebut.

Di Rayani Air, penerapan prinsip syariah berupa larangan alkohol, penyajian hanya makanan dan minuman halal, keharusan kru kabin muslimah mengenakan hijab, dan pelafalan doa-doa sebelum pesawat lepas landas. Namun, sejatinya hingga kini belum ada panduan maupun sertifikasi terkait prinsip syariah di industri penerbangan.

[bctt tweet=”Belum ada panduan terkait prinsip #Halal di industri penerbangan. “]

Managing Director Rayani Air Jaafar Zamhari, mengakui memberikan pemahaman akan konsep syariah di industri penerbangan sulit karena tidak adanya panduan terkait hal tersebut. “Karena itu Rayani Air ingin mengubah hal ini dan akan bekerja sama dengan Royal Brunei Airlines untuk mempromosikan konsep syariah di industri aviasi,” ujarnya, dikutip dari laman Daily Express, Rabu (6/1).

Rayani Air memang bukanlah satu-satunya maskapai yang menerapkan prinsip syariah di dunia penerbangan. Sebelumnya telah ada Royal Brunei Airlines, Saudi Arabian Airlines dan Iran Air. Menurut Jaafar, langkah penerapan prinsip syariah pada layanan di maskapai merupakan cara untuk memperluas pasar. Baca: Rayani Air, Maskapai Halal Dari Malaysia

Di sisi lain, ia mengungkapkan sejak peluncurannya bulan lalu, Rayani Air telah menerima beragam pertanyaan, di antaranya bolehkah Muslim yang mengenakan celana pendek ikut penerbangan Rayani Air. “Saya katakan ‘tentu saja bisa’. Di Islam ketika ada tamu, maka tanggung jawab tuan rumah untuk menyambut mereka. Prinsip serupa berlaku di maskapai ini,” jelas Jaafar.

Saat ini Rayani Air telah melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke Langkawi dan Kota Baru dan akan memperluas layananya ke Kota Kinabalu dan Kuching bulan depan. “Insya Allah pada Maret kami akan memiliki pesawat ketiga dan meningkatkan frekuensi dan destinasi penerbangan domestik,” cetusnya. Saat ini Rayani Air memiliki 355 pegawai, delapan pilot dan 50 kru kabin.

[bctt tweet=”Bolehkah Muslimah pakai celana pendek naik @rayaniair? #Halal”]

Ia menambahkan saat Rayani Air nantinya memiliki pesawat keempat dalam waktu 1-2 tahun ke depan, pihaknya akan memulai layanan penerbangan ke berbagai kota di luar negeri, seperti Jakarta, Phuket, Manila, dan India. “Setelah tahun kedua, kami akan memakai pesawat lebih besar untuk menyediakan rute internasional, termasuk bagi penumpang yang ingin melaksanakan umrah,” pungkas Jafaar.