Perusahaan Korsel Siap Masuk Pasar Halal Global

[sc name="adsensepostbottom"]

Di tengah persaingan ketat, perusahaan makanan olahan Korea Selatan (Korsel) siap memasuki pasar halal global.

food halalkSeperti dilansir dari Yonhap News, Senin (11/1), ekspor produk makanan dan agro perikanan Korsel ke negara Muslim telah tumbuh pesat. Produsen makanan lokal mulai melirik pasar halal yang diharapkan terus berkembang seiring pertumbuhan pemeluk Islam.

Menurut data Kementerian Pertanian Korea, pengiriman produk makanan dan agro perikanan ke negara Muslim yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) naik 5,9 persen menjadi $ 339 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun pada periode Januari-November 2015. Adapun ekspos makanan halal termasuk ke GCC tahun lalu menyentuh $ 860 juta atau sebesar Rp 11,9 triliun.

Pada 2010 sampai 2014, ekspor halal naik 69,3 persen yang melampaui pertumbuhan 51,5 persen pada ekspor pertanian dan makanan secara keseluruhan. Disamping negara GCC, ekspor ke Indonesia, Malaysia, dan Iran juga meningkat signifikan.

”Halal menjanjikan karena cakupannya, dan fakta bahwa ini adalah pasar yang relatif belum dimanfaatkan oleh perusahaan Korea Selatan dan petani,” kata seorang pejabat Kementerian Pertanian Korea.

Kementerian Pertanian berharap bisa mendongkrak ekspor makanan halal menjadi $ 1,5 miliar per tahun hingga 2017. Ini juga bisa memberi kesempatan lebih bagi para petani lokal dan produsen makanan.

Data lain menunjukkan ada peningkatan dan pertumbuhan berkelanjutan pada permintaan produk segar dan biji-bijian. Begitu juga dengan makanan olahan seperti ekstrak gingseng, kimchi, susu bukuk, mie, dan kopi instan.

Melihat potensi pertumbuhan tersebut, perusahaan Korea mulai bergerak untuk mendapat sertifikasi pembuatan makanan halal. Termasuk membuka restoran dengan menu yang dikonsumi Muslim.

Sementara itu, perusahaan besar CJ CheilJedang Corp., SPC Group, Lotte Chilsung Beverange Co., LC Ourhome Co. And Maeil Dairies Co, telah mendapatkan izin untuk produksi makanan dan minuman halal. Produk yang diproduksinya beragam mulai dari roti, susu, jus dan makanan olahan.

SPC Group, telah mengantongi izin dari Korea Muslim Federation tahun 2012 untuk membuat makanan halal. Sedangkan Maeil mendapat sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada akhir tahun lalu, yang menjadi prasyarat untuk menjual makanan halal di Indonesia. Maeil pun mengaku sedang mengajukan sertifikasi serupa dari organisasi di Malaysia dan Singapura agar bisa membantu memperluas ekspornya.

[bctt tweet=”Perusahaan Korea mulai berlomba-lomba mendapatkan sertifikat #halal “]

Adapun perusahaan Binggrae dan Seoul Milk, menyebutkan lini produksi lokal mereka telah dirapikan untuk membuat makanan halal. Upaya ini telah memicu peningkatan ekspor Lotte Chilsung Beverage Co. dari Lotte Group, dengan lonjakan penjualan sekitar 75 persen.