Pertemuan LPPOM MUI dan Dewan Dakwah di kantor Dewan Dakwah di Gedung Menara Dakwah di Jalan Keramat Raya No. 45, Jakart Pusat, Rabu (13/10). foto: LPPOM MUI.

Wujudkan Jakarta Kota Halal, LPPOM MUI Gandeng Dewan Dakwah

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bersinergi dengan Dewan Dakwah untuk mewujudkan DKI Jakarta menjadi ”Kota Halal.”

Pertemuan LPPOM MUI dan Dewan Dakwah di kantor Dewan Dakwah di Gedung Menara Dakwah di Jalan Keramat Raya No. 45, Jakart Pusat, Rabu (13/10). foto: LPPOM MUI.
Pertemuan LPPOM MUI dan Dewan Dakwah di kantor Dewan Dakwah di Gedung Menara Dakwah di Jalan Keramat Raya No. 45, Jakart Pusat, Rabu (13/10). foto: LPPOM MUI.

LPPOM MUI dengan Dewan Dakwah menggelar  silaturahmi di Gedung Menara Dakwah di Jalan Keramat Raya No. 45, Jakart Pusat, Rabu (13/10).

Direktur LPPM MUI, Osmena Gunawan, menyebutkan,  pertemuan itu dilakukan sebagai jalinan kerja pihaknya dengan Dewan Dakwah  untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai “Kota Halal,” yang bisa dijadikan teladan kota-kota di Jakarta maupun dunia.

Menurutnya,  LPPOM MUI sejak dulu hingga kini tetap dipercaya sebagai Presiden Dewan Halal Dunia (World Halal Council). “Sistem Jaminan Halal (SJH) yang disusun LPOM MUI juga menjadi panduan lembaga halal sedunia,” kata Osmene dalam keterangan tertulis yang diterima MySharing, Jumat (15/1).

LPPOM MUI, lanjut dia, sudah membuka kantor cabang di Korea dan China untuk melayani sertifikat halal bagi produk mereka yang akan di eskpor ke Indonesia.

Osmena  juga menyampaikan, bahwa pedagang bakso di Jakarta ada sekitar 200 ribu unit. Belum lagi warung padang, warung tegal, hingga jajanan pasar pagi. Selain itu, pedagang ayam potong di pasar juga harus didampingi agar proses pemotongan dilakukan dengan aturan yang benar.

Untuk  mewujudkan “Jakata Kota Halal, LPPOM MUI tidak bisa bekerja sendirian. Terutama dalam melakukan pembinaan pra dan pasca sertifikasi halal untuk UKM “Karena itulah, kami mengajak Dewan Dakwah untuk mendamping UKM dalam menyediakan produk yang terjamin kehalalannya, khususnya di ibukota,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Dewan Dakwah, Edy Setiawan, mengaku  selama ini pihaknya memang concern terhadap kehalalan produk yang dikonsumsi umat. “Pencerdasan dan sosialisasi tentang aspek halal, kami lakukan misalnya melalui Tazakka yang diterbitkan LAZIS Dewan Dakwah,” kata Edy.

Dewan Dakwah, lanjt dia, siap membina konsumen maupun produsen UKM, melalui forum-forum jamaah. Seperti jamaah pengajian Reboan, alumni umrah-haji Hudaya Safari, donator LAZIS Dewan Dakwah, anggota BMT Dewan Dakwah, jamaah masjid yang bergabung dalam IKMI (Ikatan Masjid Ibu Kota) dan jamaah binaan setiap pengurusan Dewan Dakwah.

Adapun fungsi Dewan Dakwah untuk  mewujudkan “Jakarta Kota Halal,” adalah membina spiritual produsen dan konsumen agar peduli halal, membantu UKM dalam mengurus sertifikasi halal, dan membina UKM yang sudah memiliki sertifikasi halal agar mempertahankan kehalalan produknya.

[bctt tweet=”Tukang bakso di Jakarta ada sekitar 200 ribu, belum warung padang, warteg, dan jajanan pasar pagi #JakartaKotaHalal ” via=”no”]