Malaysia mendorong usaha milik warga keturunan India untuk masuk dalam industri halal.

Program pelatihan itu, lanjut dia, diselenggarakan bersama SEED Secretariat yang berada di bawah koordinasi Departemen Perdana Menteri. Sekitar 50-100 pengusaha India diharapkan bisa mengikuti pelatihan industri halal ini, dan bisa mendapat sertifikasi halal. Dengan begitu, jumlah usaha milik warga Malaysia keturunan India yang memiliki sertifikasi halal akan meningkat dua hingga tiga kali lipat.
“Program pelatihan industri halal ini juga untuk menghilangkan keraguan halal atas kedai-kedai makanan,” kata Eswaran.
- CIMB Niaga Lanjutkan Bantuan Pembiayaan UMKM di Indonesia Timur via Program Community Link #JadiBerkelanjutan Musim 4
- Bank Muamalat Raih Penghargaan Indonesia Best Bank 2026
- Terbaik dalam Pengalaman Nasabah, Bank Muamalat Raih Penghargaan Bergengsi
- CIMB Niaga Perkuat Konservasi Bambu Berbasis Masyarakat di Lombok Tengah
Eswaran menilai industri halal merupakan bagian industri perdagangan yang unik di Malaysia dan jelas bedanya dari kebijakan lain dari pemerintah.
Menurutnya, sektor ini mempunyai daya tahan dan pertumbuhan yang stabil di angka ganda selama bertahun-tahun. Pada tahun 2015, pertumbuhan industri halal Malaysia mencapai 10,7 persen dengan nilai 37 miliar ringgit. “Tahun 2016 ini, nilai industri halal diharapkan bisa mencapai 50 miliar ringgit,” pungkas Eswaran.

