Wisatawan Muslimah bersantai di area kolam renang khusus wanita di Lorin Hotel Solo. Foto: travelmulu.com

Wisata Halal Terobosan Pariwisata Nusantara

[sc name="adsensepostbottom"]

Tahun 2019, pengeluaran wisata Muslim ditargetkan mencapai Rp 203, 28 triliun.

Kepala Bidang Perancang dan Kerjasama Wisata Halal Nusantara Kementerian Pariwisata Widodo mengatakan, wisata halal  merupakan terobosan terhadap pariwisata nusantara yang prospeknya sangat menjanjikan.

Dari data Sofyan Hospitality,  lanjut Widodo, pengeluaran wisatawan Muslim tahun 2011 menunjukkan kisaran Rp 160,3 triliun, tahun 2015 mencapai Rp 179,2 triliun.”Target 2019, mudah-mudahan bisa tercapai Rp 203,28 triliun,” kata Widodo pada Sosialisasi Strategis Percepatan Pemasaran Wisata Halal Indonesia di hotel Millenium, Jakarta, Rabu (11/5).

Lebih lanjut disampaikan Widodo, anggaran  pada tahun 2011-2015 mengalami kenaikan sangat signifikan yaitu 7 persen untuk rata-rata pencapaian pertumbuhan. Sedangkan pada 2015-2019 kenaikannya 5 persen.

Adapun jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2015 mencapai 255 juta.Khusus wisatawan Muslim mencapai 224 juta. “Ini sangat besar, presentasinya 22 persen.Nah, dari perjalanan wisatawan Nusantara 255 juta kalau dihitung pengeluarannya Rp203,16 triliun, khusus Muslim Rp179, 2 triliun,” ungkap Widodo.

Konstribusi industri pariwisata halal dari makro dan mikro sangat signifikan menyumbang PDB di tahun 2015 sebesar 6,7 persen.”Harapan kami tahun 2016 bisa naik jadi 6, 99 persen,” ujarnya.

Untuk tenaga kerja (SDM) makro, sebesar 99,9 persen pada tahun 2015, dan 2019 ditargetkan bisa mencapai 10,3 persen.Sedangkan untuk mikro, wisatawan Nusantara dalam perjalanannya 224,4 juta dan 2016 ditargetkan 228, 8 juta.

[bctt tweet=”Industri pariwisata halal menyumbang PDB 2015 hingga 6,7% ” username=”my_sharing”]