Komunitas ini akan satukan kreativitas dan inovasi untuk memperkenalkan busana syar’i yang fashionable dan modern.
Fashion menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian, begitu dengan busana tertutup dan sya’ir kini semakin digemari. Pada desainer busana Muslim juga semakin kreatif dalam mendesain busana Muslim syar’i.
Untuk itu, agar bisa saling mendukung dan memberi masukan, dibentuklah Syar’i Community Indonesia (SCI).
Ketua Umum SCI Tiara Syafrudin mengatakan, SCI merupakan wadah bagi desainer busana Muslim syar’i yang memberikan gebrakan baru dalam pengindentifikasikan wanita Indonesia melalui busana. Dalam SCI yang terbentuk sejak lima bulan lalu, ada 30 desainer yang bergabung.
“Insya Allah menjembatani agar lebih kreatif dan inovatif untuk memperkenalkan busana syar’i yang fashionable dan modern. Ide awalnya, saat kita berkumpul dan membuat program khusus, “ ujar Tiara dalam konferensi pers peluncuran SCI di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Kamis (22/2).
Tiara mengatakan, dalam mewujudkan syiar syar’i pada bidang ekonomi melalui aktivitas industri kreatif berbasi fesyen muslimah yaitu dengan membangun situs www.syariku.com sebagai langkah aktif memproduksi dan menjual busana muslimah syar’i.
Selain itu, lanjut Tiara, toko offline rencanannya akan segera dibuka di salah satu mall di Jakarta Selatan, dan juga penyelenggaraan the roadshow of syar’i-ku fashion festival. Roadshow akan digelar di tiga kota besar, yang rencannya dalam setahun.
“Komunitas ini tidak hanya fokus pada fashion syar’i tetapi juga memiliki tiga tujuan yang ingin dicapai, yaitu bidang ekonomi, dakwah dan sosial,” ujar Tiara.
Untuk mewujudkan syar’i di bidang ekonomi dilakukan lewat industri kreatif berbasis fashion Muslimahi Sedangkan bidang sosial adalah gerakan 1000 hijab syar’i untuk Muslimah Indonesia, dan membangun 99 rumah Qur’an Asmanul Husna untuk anak-anak Indonesia
“Bidang dakwah, kami akan mengadakan majelis taklim setiap dua minggu atau sebulan sekali di kota-kota besar di Indonesia. Tujuannya untuk edukasi pemahaman ajaran Islam bagi Muslimah,” kata Tiara.
Peggy Melati Sukma, selaku Ketua Dewan Penasehat SCI berharap komunitas ini bisa menjadi wadah silaturahmi para desainer busana Muslim.
Peggy mengatakan, bahwa komunitas SCI didirikan pada 19 Desember 2016 oleh 30 desainer busana Muslim di Indonesia. Selain fokus pada bidang fashion syar’i, komunitas ini juga fokus di bidang sosial dengan menggalakkan gerakan 1000 hijab syar’i.
Gerakan ini bertujuan mendistribusikan hijab syar’i untuk perempuan Indonesia yang tinggal di pelosok sehingga sulit mendapatkan busana muslimah yang menutup aurat. “Dimana Muslimah kesulitan mengakses pakaian Muslimah yang tertutup. Karena hijab bagi Muslimah yakni harus menutup setengah badan, hanya terlihat wajah dan tangan,” ujar Peggy.
SCI merupakan hasil gagasan 30 desainer busana Muslimah syar’i dari berbagai kota di Indonesia. Adapun desainer yang bergabung dalam komunitas ini yaitu Cindy Fatika Sari, Oki Setiana Dewi, Risty Tagor, dan Terry Putri.

