Dompet Dhuafa dan Bank Danamon Syariah Bagi 7000 Parsel Lebaran

[sc name="adsensepostbottom"]

Parsel lebaran ini dibagikan khusus untuk mereka yang berdedikasi tinggi dan royal kepada masyarakat.

Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Bank Danamon Syariah membagikan 7.000 paket parsel lebaran kepada berbagai profesi. Diantaranya, tukang sapu, social worker, guru ngaji, penjaga palang kereta, marbot, penjaga makam, guru perbatasan, guru SLB, murid berkebutuhan khusus, anak yatim dan difabel.

Ketua Ramadhan 1438 Hijriah Dompet Dhuafa Sulis Tiqomah mengatakan, Dompet Dhuafa berkomitmen membawa perubahan bagi kehidupan mereka.Lewat parsel diharapkan Dompet Dhuafa mampu mengukir senyum bahagia para penerima di Hari Raya Idul Fitri.

Terlebih, kata Sulis, melihat profesi mereka yang sudah berdedikasi tinggi baik di lingkungan maupun negara. Sebab, tidak banyak masyarakat yang ingin terjun seperti mereka dan masih ada kesan remeh terhadap pekerjaan yang mereka geluti.

“Dompet Dhuafa memilih tukang sapu, pekerja sosial, guru ngaji, penjaga palang kereta, guru perbatasan, guru slb, murid berkebutuhan khusus, anak yatim, difabel dan penerima manfaat lain yang kurang mendapat perhatian,” ujar Sulis pada acara bertajuk “#Zakat360, Ribuan Parcel untuk Mereka yang Berdedikasi” di Kalibata City, Lobby Atrium, Jakarta, Selasa (13/6).

Sulis menegaskan, melihat dari profesi mereka yang sudah berdedikasi tinggi baik pada lingkungan maupun negara, tidak banyak masyarakat yang ingin terjun berprofesi seperti mereka.Ironisnya, kata Sulis, masih ada anggapan remeh terhadap pekerjaan yang mereka geluti. Padahal tugas mereka itu sangatlah mulia penuh keiklasan.

Profesi-profesi seperti mereka itu kurang mendapat perhatian yang sebenarnya justru membutuhkan sekali bantuan dari kita.”Dompet Dhuafa bersama Bank Danamon Syariah berkomitmen penuh untuk memberikan penghargaan dan perhatian dalam bentuk parsel kepada mereka yang telah berdedikasi tinggi dan royal kepada masyarakat,” ungkap Sulis.

Pada kesempatan ini, Hamdan, seorang difabel netra yang menerima parsel lebaran Dompet Dhuafa tersebut merasa bahagia. “Alhamdulillah bisa menerima buat menambah kebutuhan sehari-hari,” ujar Hamdan.

Pria setengah baya yang memiliki profesi sebagai pemijat, yang setiap hari berkeliling untuk mencari rezeki, mengaku tidak cuma saat Ramadhan saja mendapat pembinaan dari Dompet Dhuafa. Namun juga dalam keseharian menjalankan profesinya.

Dalam sehari, Hamdan bisa mendapat tiga pelanggan, dengan tarif Rp 80 ribu untuk sekali pijat. Selama Ramadhan, pelanggan Hamdan relatif berkurang, sehingga ia bersyukur bisa menerima Parsel Lebaran. “Bersyukur, buat anak-anak biar bisa Lebaran,” ujar warga Ciputat ini.

Adapun difabel netra penerima parsel lainnya yakni Mathalim. Dia mengatakan, memang sudah cukup lama mendapatkan pembinaan dari Dompet Dhuafa. Pembinaan itu menjadi bekalnya berjualan krupuk udang sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Dalam sehari, Mathalim mengaku mampu menjual krupuk hingga 40 bungkus, dengan pendapatan sekitar Rp 100 ribu. Namun, menurutnya, saat bulan puasa pendapatannya berkurang, dan Parsel Lebaran Dompet Dhuafa menjadi sangat berarti bagi keluarganya.

“Alhamdulillah, terima kasih Dompet Dhuafa, untuk nambah-nambah modal jualan sehari-hari,” ujar Muthalim.