BAZNAS akan Luncurkan Sedekah QR

[sc name="adsensepostbottom"]

Masyarakat yang ingin zakat, infak, dan sedekahnya cukup dengan memfoto barcode yang disebar oleh pihak BAZNAS di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Deputi BAZNAS, M. Arifin Purwakananta mengatakan, kemajuan teknologi semakin mempermudah segala bentuk aktifitas masyarakat, khususnya kemajuan pada sektor ekonomi.

Hal ini mendorong BAZNAS mengambil kesempatan untuk mengembangkan kemudahan dalam memberikan layanan kepada public melalui program Sedekah Quick Response (QR).

Program ini akan segera diluncurkan, nantinya akan memanfaatkan teknologi kode QR dan akan disebar di tempat-tempat keramaian. Sebagai tahap awal, BAZNAS akan memulai dengan menyebar di lima kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. “Segera akan kita launching Sedekah QR. Target kita awal Desember 2017 ini,” kata Arifin usia diskusi Bedah Zakat dan Peluncuran Majalah BAZNAS di Menara Taspen, Jakarta, Rabu (22/11).

Dijelaskan, program ini sangat mudah dilakukan. Caranya adalah masyarakat yang ingin membersihkan zakat, infak, dan sedekahnya cukup dengan memfoto barcode yang disebar oleh pihak BAZNAS di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

BAZNAS sedang mencoba memberikan kemudahan dalam bersedekah bagi masyarakat dengan menggunakan layanan yang berbeda. Menurutnya, selama ini masyarakat berinfak melalui ATM dan  m-banking, karena perkembangan teknologi ada juga yang melalui e-Money dan yang teranyar adalah melalui kode QR.

Sedekah QR akan mempermudah masyarakat dalam memberikan zakat, infak, dan sedekahnya. Setiah tahun, potensi zakat baik dari perusahaan maupun perorangan mencapai Rp 217 triliun.  ”Dari jumlah itu, setengahnya berasal dari individu atau sekitar  Rp 100 triliun.  Dari total itu, BAZNAS baru bisa menyerap dana zakat sekitar Rp 6 triliun,” kata Arifin.

Adanya selisih yang cukup besar itu, menurutnya, disebabkan beberapa hal, seperti kebiayaan masyarakat desa yang lebih senang menyalurkan zakatnya kepada tokoh-tokoh setempat. Serta kurangnya tenaga profesional di tubuh BAZNAS sendiri. Pihaknya akan menutupi kekurangan itu dengan menempatkan tenaga ahli di sejumlah daerah yang selama ini dilakukan.