Pelayanan Zakat Petugas sedang melakukan melayani pengunjung di Kantor Badan Amil Zakat Nasional, Jakarta, Kamis (12/6). Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 mengenai optimalisasi zakat di kementerian, lembaga negara, BUMN, dan BUMD diharapkan efektif berjalan pada Ramadhan 2014. Foto:Tahta Aidilla/Republika.

BAZNAS Berhasil Himpun Rp 136 Miliar

[sc name="adsensepostbottom"]

Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program untuk memutus rantai kemiskinan.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Arifin Purwakananta mengatakan, sejak Januari hingga pertengahan November 2017, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya dari masyarakat Indonesia sebesar Rp 136 Miliar. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai bidang program yang bertujuan memutus rantai kemiskinan, baik dengan cara santunan maupun pemberdayaan.

“Program bidang ekonomi antara lain pendirian Z-Mart, sebuah minimarket yang menyajikan kebutuhan pokok, dengan dikelola oleh masyarakat kurang mampu yang memenuhi syarat sebagai mustahik,” kata Arifin.

[bctt tweet=”BAZNAS Berhasil Himpun Rp 136 Miliar #GenerasiCerdas&KuatKarenaZakat; #Zakatmembangunbangsa” username=”my_sharing”]

Dijelaskan dia, di bidang kesehatan, BAZNAS telah melayani masyarakat miskin secara gratis melalui Rumah Sehat BAZNAS di enam kota. Yakni Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Makassar, Pangkalpinang dan Parigi Moutong (Sulawesi Tengah). Keenam Rumah Sehat tersebut melayani sekitar 20 ribu pasien setiap bulannya.

Di bidang pendidikan, BAZNAS  mengembangkan berbagai program beasiswa sejak tingkatan sekolah dasar hingga S3. Salah satunya melalui pendirian Sekolah Cendikia BAZNAS di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

“Sekolah setingkat SMP ini secara gratis mendidik anak-anak yatim dan kurang mampu untuk menjadi bibit-bibit unggul pemotong rantai kemiskinan keluarganya,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, BAZNAS  juga mendirikan BAZNAS Tanggap Bencana yang telah memiliki jejaring di berbagai provinsi untuk mengurangi resiko dan menangani bencana yang terjadi di Indonesia. Juga untuk menangani krisis kemanusiaan di belahan dunia lainnya.

Selain itu, BAZNAS  juga memiliki program komprehensif yang melakukan pendekatan dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial keagamaan. “Yaitu program Zakat Community Development (ZCD). Program ini tersebar di enam Provinsi di Indonesia,” pungkas Arifin.