Photo : Pexel.comblack-laptop-computer-showing-stock-graph

Hal – Hal Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi Saham

[sc name="adsensepostbottom"]

Setiap orang pasti ingin memiliki kehidupan yang sejahtera di masa depan.Namun hal ini tidak bisa didapatkan dengan secara instan. Akan tetapi anda harus mempersiapkannya sejak awal dengan memulai berinvestasi

Dalam dunia investasi, tak ada batasan pengetahuan yang dapat dipelajari seseorang untuk membantu dirinya agar menjadi investor yang lebih baik.Menghadapi kondisi pasar keuangan yang berevolusi secara konstan dan cepat, dan membuat para investor baru minder sehingga mungkin saja akan langsung kabur apabila harus segera mempelajari berbagai ilmu pengetahuan investasi dalam tempo singkat untuk menghadapi kondisi pasar keuangan yang begitu flluktuatif.

[bctt tweet=”Hal – Hal Dasar yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi Saham #mysharing#pasarmodalsyariah” username=”my_sharing”]

Namun tenang saja tak perlu khawatir dan takut begitu besar, hadapi jalani dan terjun langsung karena dengan memulai maka kita akan tau alur perubahan harga sebuah saham. Dengan menguasai ilmu dasar fundamental analisa ataupun teknikal analisa serta mengikuti pergerakan saham tersebut secara serius maka ibarat sang pelatih bola anda akan dapat melihat pergerakan lawan anda dalam dunia saham biasa kita sebut pertarungan BULL and BEAR.

Oh ya dalam berinvestasi di dunia pasar modal ada beberapa prinsip-prinsip berinvestasi yang tak pernah berubah dimana telah dipergunakan oleh para pakar pasar modal dunia yang telah melegenda yaitu seperti Benjamin Graham, Peter Lynch dan Warren Buffett di masa lalu, masih bisa kita gunakan pada saat ini namun ingat gunakan yang sesuai aturan jual beli secara syariah ya apabila ada anjuran yang tidak syariah jangan di ikuti seperti berinvestasi pada perusahaan yang berjualan miras dan rokok.

Mengapa kita harus memulai berinvestasi pada Saham ?

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki rata-rata hasil investasi yang besar. Sampai saat ini pun, saham masih menjadi instrumen investasi yang menawarkan hasil yang relatif paling tinggi di antara instrumen investasi yang lainnya. Katakanlah misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak tahun 2002 pun hingga sekarang, telah naik sebanyak 1.359,078 % selama 16 tahun dari 424,9 menjadi 5.774,72 pada hari ini, dan apabila kita rata-ratakan per tahunnya maka nilai investasi kita akan mengalami peningkatan kurang lebih 85%/tahun.

Untuk dapat melakukan transaksi di bursa saham, maka setiap investor haruslah memiliki rekening efek terlebih dahulu, seperti halnya untuk menabung di bank harus mempunyai rekening tabungan.Sekuritas atau broker adalah perpanjangan tangan dari Bursa Efek Indonesia. Mereka adalah anggota bursa yang menghubungkan antara investor dengan perusahaan publik, atau menghubungkan antara satu investor dengan investor lainnya.

Jika Anda bingung harus memilih sekuritas yang mana. Pada dasarnya setiap sekuritas memiliki fungsi yang sama, sebagai jembatan bagi kita untuk membeli saham di pasar modal. berikut ada beberapa kriteria yang bisa Anda pelajari:

1. Cek MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan)

MKBD adalah jumlah aset lancar perusahaan efek (sekuritas) dikurangi seluruh liabilitas dan rangking kewajiban (Kewajiban terperingkat), ditambah dengan utang subordinasi, dan penyesuaian-penyesuaian lain. Secara simplenya MKBD merupakan modal minimal yang harus dimiliki perusahaan sebagai penghitungan kekuatan modal sekuritas berdasarkan aset dan modal perusahaan dikurangi komponen kewajiban.Semakin tinggi MKBD semakin baik, berarti sekuritas tersebut memiliki kekuatan secara finansial. Kriteria minimal sekuritas yang bagus memiliki MKBD diatas Rp 200 Milliar.

2. Cek apakah sekuritas memiliki fitur-fitur yang uptodate

Yang dimaksud fitur-fitur yang uptodate adalah apakah sekuritas yang anda akan pilih telah memiliki sistem online trading, fitur charting tools yang disediakan apakah sudah gadget friendly, sehingga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya.

3. Apakah sekuritas tersebut mempunyai cabang-cabang di kota anda yang mudah dijangkau.

Hal ini berfungsi untuk dalam hal pemerosesan pencairan dana sehingga anda tidak perlu datang ke kantor pusat cukup datangi kantor cabang terdekat dengan kota anda.

4. Bagaimana fee dari sekuritas tersebut.

Dalam hal penentuan fee dikembali lagi ke sekuritas, di pasar terdapat yang menawarkan fee lebih tinggi daripada perusahaan sekuritas lainnya namun setoran dana pertama rendah, dan ada pula yang menawarkan sistem online trading yang canggih.

5. Apakah sekuritas tersebut sering menjadi underwriter (agen penjual saham-saham IPO) dan agen penjual obligasi emiten / pemerintah serta memiliki manajemen yang kredibel.

Hal ini dimaksudkan agar Anda memiliki kans lebih besar untuk melakukan pemesanan saham yang baru IPO lebih dahulu dikarenakan biasanya setiap saham yang baru saja di IPO-kan saham tersebut akan mengalami peningkatan yang tajam.

6. Memiliki fasilitas deposit dan penarikan dana yang cepat dan mudah.

7. Cek sekuritas mana yang umumnya digunakan oleh rekan-rekan Anda dan minta rekomendasi.

8. Apakah pialang saham Anda memiliki sertifikat WPPE (Wakil Perantara Perdagangan Efek) dan memberikan rekomendasi yang bertanggung jawab.

Jika Anda investor baru selain hal diatas maka anda harus memahami

terlebih dahulu 3 tipe pelaku transaksi di bursa efek yang menanamkan uangnya di saham dengan harapan bisa memperoleh keuntungan.Dimana setiap pelaku dalam memperoleh keuntungan dengan metode yang berbeda yaitu sebagai berikut

1. Investor

Pelaku Investasi yang bertaransaksi atau menginvestasikan uangnya di bursa saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya seorang investor membeli saham sebuah perusahaan yang mempunyai nilai dan performa yang baik untuk disimpan dalam jangka waktu yang panjang. Investor menggunakan analisa fundamental dalam menentukan keputusan pembelian sahamnya sehingga meskipun harga saham yang dipilihnya mengalami penurunan secara drastis akan tetapi secara fundamental perusahan menunjukkan kinerja yang baik dan masih produktif berjalan maka tipe ini akan menambahakan dana investasinya pada saham tersebut salah satu contoh saham yang menunjukkan kinerja yang baik yaitu ANTM,TINS INDF pada beberapa hari ini mengalami penurunan yang cukup tajam akan tetapi dikarenakan sisi fundamental baik maka tipe investor akan menambah pada ketiga saham diatas apalagi ada isu yang baik untuk perusahaan tambang.

2.Trader

Pelaku Investasi yang bertaransaksi atau memperjualbelikan saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham. Trader dapat mentransaksikan saham dalam jangka pendek, hingga jangka menengah. Bergantung pada trader itu sendiri, jangka waktu yang dipakai bisa bervariasi dari transaksi harian, mingguan, bulanan, atau bahkan ada trader yang bertransaksi tiap menit dan jam. Berbeda dengan investor, trader menggunakan analisa teknikal dalam menentukan keputusan jual beli sahamnya.

3.Spekulan

Pelaku Investasi yang tidak dapat dikatakan sebagai investor maupun trader. Spekulan dengan kekuatan finansial yang besar menggunakan bursa saham sebagai arena berjudi.Pada saat ini dari segi ilmu investasi seorang spekulan telah menguasai pengetahuan tentang saham, baik analisa teknikal maupun fundamental, dan keputusan transaksinya sudah tidak berdasarkan rumor, ikut-ikutan, atau tebakan belaka bahkan karena jumlah spekulan sudah terlalu banyak dan saat ini dalam sistem SOTS terdapat fasilitas untuk melakukan pembelian dan penjualan saham atas pemesanan memungkinkan terjadinya kerjasama antar sesama spekulan untuk mengatur harga saham dan mengendalikan psikologi investor retail dimana hanya bermodalkan kecil.

Dari informasi hal dasar diatas maka dapat kita tarik kesimpulan :

  1. Tentukan perusahan sekuritas dan lakukan pendaftaran akun
  2. Tentukan Saham yang akan di pilih dalam bidang industri apa
  3. Ketahui dan Pahami Lebih Dahulu perihal alur pergerakan Saham
  4. Tentukan berapa lama anda akan berinvestasi dalam dunia saham
  5. Investasikan dana tabungan Anda secara hati- hati
  6. Tetapkan target investasi anda
  7. Utamakan Tujuan investasi Anda jangan terbawa nafsu untuk memperoleh keuntungan yang besar dikarenakan selama masih ada spekulan maka pengaturan harga masih berpotensi masih ada.
  8. Tentukan besaran dana investasi yang ingin di tabungkan dalam bentuk saham pada setiap bulannya jangan sampai dana untuk pendidikan anak juga digunakan untuk bertransaksi di pasar modal. Saat ini telah banyak perusahan sekuritas membuka batas minimal setoran modal awal yang sangat kecil hingga Rp100.000. Sekurita-sekuritas tersebut berlomba-lomba untuk menjaring nasabah, walaupun beberapa sekuritas masih ada yang mematok batas modal awal sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta.
  9. Yang terakhir adalah dengan berani memulai menabung saham.

Gimana makin tertarikah untuk dapat berkecimpung dalam dunia pasar modal syariah, apabila tertarik sebelum memulai pahami hal-hal dasar yang telah saya sampaikan diatas. Agar rekan – rekan sobat Mysharing tidak salah mengambil langkah keputusan dalam berinvestasi sehingga tidak mempengaruhi jiwa psikologi dan mental rekan-rekan sekalian.

Semoga dengan penyampaian diatas dapat memberikan pencerahan bagi rekan-rekan investor pemula Salam sukses dan cuan maksimal !