Harga Saham Perdagangan Perdana BRI Syariah Melejit 19.61% ke Level 610 per saham

[sc name="adsensepostbottom"]
Setelah resmi mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO) pada 30 April 2018.

BRIsyariah Tbk (BRIS) telah melakukan penawaran umum saham mereka pada tanggal 2,3 dan 4 Mei 2018 lalu bertempat di lapangan olah raga BRI Tower, Sudirman, Jakarta, dengan catatan kelebihan permintaan oversubscribe hingga 2 kali dari jumlah yang ditawarkan.Kini PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah, telah menutup masa penawaran umum kepada publik dan pada hari ini resmi menjadi perusahaan publik pada Rabu, 09 Mei 2018.

 

[bctt tweet=”Harga Saham Perdagangan Perdana BRI Syariah Melejit 19.61% ke Level 610persaham#mysharing#sahamsyariah#pasarmodalsyaraiah” username=”my_sharing”]

Sesaat perdagangan saham di buka Harga saham PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) naik melejit 19,61% ke level 610 per saham pada perdagangan perdananya, Rabu,09 Mei 2018.

Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso, mengatakan pihaknya berterimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan BRIsyariah sebagai pilihan investasi.

“Kami akan menjaga amanah para investor dan memberikan kinerja BRIsyariah yang terbaik untuk membawa berkah bagi seluruh masyarakat dan para investor,” ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang Mysharing terima, Selasa, 8 Mei 2018.

Harga saham dari IPO ini dibanderol Rp 510 per lembar. BRI Syariah telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi, yakni Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Dengan status sebagai perusahaan publik setelah IPO, lanjut Hadi, BRI Syariah akan mempraktikkan good corporate governance (GCG) yang baik dan meningkatkan manajemen risiko.

Hadi mengatakan, hasil penawaran umum yang memuaskan ini adalah bukti kepercayaan investor yang tinggi atas potensi pertumbuhan BRIsyariah secara perusahaan dan potensi perkembangan industri syariah di Indonesia.

Kepercayaan investor semakin meningkat dengan melihat kemampuan perseroan membukukan peningkatan laba bersih 64 persen (yoy) menjadi Rp54,38 miliar pada kuartal I tahun 2018 ini.

Dengan hasil penawaran umum perdana saham yang memuaskan dan pertumbuhan laba yang signifikan, BRISyariah akan selangkah lagi lebih dekat memenuhi visi perusahaan menjadi Bank Umum Katagori Usaha (BUKU) III.

Dana segar yang diperoleh melalui IPO, sekitar 80 persen akan digunakan oleh BRIsyariah untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan syariah. Selanjutnya, sekitar 12,5 persen untuk pengembangan sistem teknologi informasi, dan sekitar 7,5 persen untuk pengembangan jaringan kantor cabang dari Sabang (Sumatera) sampai Merauke (Papua).

“Kami ingin menjadi Game Changer bagi perbankan syariah melalui akselerasi ekspansi bisnis syariah, terutama dalam peningkatan pembiayaan,” ungkap Hadi.

Menurut Hadi, BRI Syariah memiliki kesempatan yang luas untuk berekspansi terkait dengan tren pertumbuhan positif industri perbankan dan industri syariah di Indonesia. Selain menjadi pengelola dana haji, dan keuangan syariah lainnya seperti zakat, wakaf, infaq dan sedekah, juga untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada masyarakat. Data OJK menunjukkan bahwa penetrasi perbankan syariah terhadap perbankan nasional dari sisi aset sebesar 5,74 persen pada Desember 2017, yang menunjukkan besarnya potensi industri ini.

Dengan IPO (Initial Public Offering/IPO) BRIsyariah ini maka telah tercetak sejarah IPO pertama bank syariah dengan status anak perusahaan bank BUMN. BRIsyariah merupakan anak perusahaan dari bank BUMN terbesar di Indonesia yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Hadi mengatakan, pencatatan saham BRI Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada semester I 2018. Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari BRISyariah lewat pembelian saham IPO BRISyariah.

“Selain mendapatkan dana segar untuk penguatan modal, kami telah berhijrah menjadi perusahaan publik yang akan konsisten mempraktikkan tata kelola perusahaan,” papar Hadi.

Dengan IPO itu diharapkan dapat menciptakan ekonomi sehat berdasarkan prinsip syariah yang mengedepankan kepercayaan, keadilan, menghormati sesame, kebenaran dan toleransi melalui penerapan ethical financing.

“Prinsip syariah merupakan hak bagi semua umat dan golongan yang ada di dunia. Diperkuat dengan seluruh jaringan Bank BRl, BRISyariah akan senantiasa menjaga amanah untuk membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” kata dia.

Lanjut beliau berkata “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh investor yang telah berpartisipasi atas kepercayaannya kepada BRISyariah, pihak terkait yang telah bekerja sama selama proses IPO,” ungkap Hadi, Rabu,09 Mei 2018.

Selama proses IPO, perusahaan menunjuk Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas, Danareksa Sekuritas, IndoPremier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter.BRIsyariah melepas 2,62 miliar saham atau setara dengan 27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdananya dengan harga sebesar Rp510 per saham.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia BEI Samsul Hidayat mengapresiasi pencatatan saham BRIsyariah karena akan menambah produk saham syariah di pasar modal.

“Ini juga sekaligus menjadi kesempatan agar saham syariah Indonesia semakin dikenal,” Tutup Samsul.