Beberapa waktu belakangan ini Jepang fokus membenahi industri makanan halal demi menggaet pasar wisatawan muslim. Namun di sisi lain, negara berjulukan Matahari Terbit ini sebenarnya punya potensi untuk dapat lebih unjuk gigi di pasar keuangan regional dan internasional dengan mengakomodasi keuangan syariah.

Menurut Chief Executive Officer AlHuda Center of Islamic Banking and Economics, Muhammad Zubair Mughal, Jepang masih punya komponen yang hilang dalam industri keuangannya, yaitu kehadiran keuangan syariah. Padahal, industri ini tidak hanya terbatas pada dunia muslim tetapi negara non muslim bisa menerapkannya, seperti yang dilakukan oleh pemerintah Inggris atau Afrika Selatan.
Mughal memaparkan Jepang punya posisi yang bagus untuk memperluas pasar keuangannya dengan masuk ke industri keuangan syariah, yang tidak hanya akan semakin mewarnai aktivitas keuangan dan ekonomi melalui fitur dan produk berbeda dari industri keuangan syariah. Baca: Misi Investasi Jepang Pelajari Kaidah Halal di GHC
“Keuangan syariah akan membantu meningkatkan kerjasama dengan pusat keuangan regional seperti Malaysia, Indonesia dan Singapura dan memperluas akses keuangan ke dunia muslim terutama negara pengekspor minyak seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi yang akan memberikan diversifikasi produk pada industri keuangan Jepang,” kata Mughal, dilansir dari laman alhudacibe, Kamis (18/12).
Masuknya perusahaan Jepang ke pasar keuangan syariah sebenarnya bukan suatu hal yang baru karena sejumlah perusahaan asal Jepang telah menyediakan jasa bank dan asuransi syariah di Malaysia, Timur Tengah dan negara lainnya. Jepang juga telah berpengalaman menerbitkan sukuk setelah mengamandemen peraturan yang memfasilitasi produk keuangan syariah dan Bursa Efek Tokyo dapat menarik basis investor baru melalui indeks syariah maupun penerbitan sukuk. Baca Juga: Ekonomi Syariah akan Lebih Baik Pada 2015
Mughal memaparkan sejumlah poin mengenai keunggulan menerapkan keuangan syariah di Jepang. Produk keuangan syariah memfokuskan pada metode perdagangan yang menciptakan aktivitas ekonomi riil, sehingga menghasilkan return, membuka lapangan pekerjaan dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Industri keuangan syariah juga dapat mendukung industri makanan halal di Jepang dan menarik jutaan wisatawan baru melalui konsep Wisata Halal.

