Asuransi Mikro Syariah Perlu Didorong

[sc name="adsensepostbottom"]

Asuransi syariah perlu memiliki divisi asuransi mikro.

Berdasar hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan 2016, tingkat literasi dan inklusi asuransi syariah di Indonesia masih berada di bawah tiga persen. Tingkat literasi asuransi syariah tercatat sebesar 2,51 persen, sedangkan tingkat inklusi sebesar 1,92 persen.

Rendahnya tingkat literasi dan inklusi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan asuransi syariah di tanah air. Salah satu yang didorong untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah melalui produk asuransi mikro syariah Si Bijak. Namun, perkembangan produk tersebut di masyarakat dinilai belum meluas.

Pengamat asuransi syariah M Syakir Sula menuturkan, perkembangan asuransi mikro syariah saat ini sangat lambat. Menurut dia, kurang berkembangnya asuransi mikro syariah sama seperti asuransi mikro di industri asuransi konvensional. “Ini belum berkembang karena mereka ingin dapat untung besar, sementara mikro kan kecil-kecil,” ujar Syakir.

Agar dapat lebih mendorong perkembangan asuransi mikro syariah Si Bijak, Syakir pun menyarankan agar perusahaan asuransi syariah memiliki divisi asuransi mikro. “Kalau perusahaan besar mengurusi yang receh-receh kan malas, maka sarannya perusahaan (asuransi syariah) yang besar punya divisi mikro,” tegasnya.

Ia menuturkan, kebutuhan masyarakat kecil akan produk asuransi yang terjangkau juga harus ditangkap oleh pelaku asuransi syariah. Selain dapat bermanfaat bagi orang banyak, bisnis asuransi mikro juga berjangka panjang. “Kebutuhan kecil juga harus disentuh dan itu long term business,” pungkas Syakir.